Menko Luhut Menyebut Harga Tiket Pesawat Garuda Termurah di Dunia

0
54
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

JAKARTA, Nawacita Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik di Indonesia merupakan yang terendah keenam di dunia.

Meski demikian, Luhut mengakui ada sejumlah kesalahan atas kondisi tersebut sehingga menimbulkan gejolak saat harga tiket pesawat mengalami kenaikan seperti saat ini.

“Kalau kita lihat, harga tiket pesawat Garuda di Indonesia itu masih empat atau enam termurah di dunia. Jadi harga tiketnya paling murah. Kan tidak sehat juga untuk perusahaan. Tapi ada juga kesalahan pemerintah,” ungkapnya, Selasa (11/6/2019).

Baca Juga: Jumlah Pemudik Lebaran 2019 Menggunakan Pesawat Mengalami Penurunan

Luhut mengatakan secara bertahap akan terjadi penyesuaian harga. Namun, dia mengatakan kenaikan harga dalam penyesuaian tidak bisa dihindari.

“Memang harga itu juga harus dinaikkan, hanya memang kenaikkan harus dilakukan secara gradual (bertahap) dan di sektor orang-orang mampu. Yang kurang mampu, harga itu dikasih subsidi. Karena tidak boleh juga dong kita terlalu beda jauh dengan di luar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno mengaku sudah menginstruksikan maskapai nasional Garuda Indonesia untuk menurunkan harga tiket.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Mahal Tahan Pertumbuhan Konsumsi

Rini juga masih akan terus mengkaji ulang penetapan harga tiket oleh Garuda. ”Terus kita review. Insya Allah, ke depan bisa lebih baik,” kata Rini di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.

Rini berharap dengan adanya kajian ulang, maka Garuda bisa memberikan harga tiket lebih baik lagi kepada pengguna maskapai pelat merah tersebut.

Seusai rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi dan Kementerian Perhubungan, Rini mengatakan, Kementerian Perhubungan akan menghitung kembali aturan batas atas dan bawah tiket pesawat guna mengendalikan harga tiket.

Saat ini, kata dia, Kementerian Perhubungan tengah menghitung komponen apa saja yang bisa ditekan se hingga harga tiket lebih terjangkau. Sementara itu, secara terpisah Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kurnia Toha mengaku duopoli pasar penerbangan domestik saat ini tidak melanggar hukum sepanjang persaingan sehat tetap terjaga.

”Dalam hukum persaingan usaha di Indonesia sekadar ada dua pelaku usaha yang dominan tidak serta-merta menjadi biang kerok terjadinya harga suatu jasa atau barang mahal. Duopoli baru dianggap melanggar hukum apabila terbukti adanya persaingan yang dilakukan tidak sehat oleh pelaku usaha yang saling bersaing,” ujar Kurnia. Terkait dengan itu, dia menilai, KPPU harus menyelidiki untuk memastikan ada tidaknya persaingan tidak sehat dilakukan oleh Garuda dan Lion Air secara bersama-sama.

oknws.

LEAVE A REPLY