Tumbuh 16% Pada Kuartal Pertama, DJP Jatim Optimis Bahwa Pada 2019 Akan Capai 50 triliun

0
33

Surabaya Nawacita – Per 31 April 2019. Kanwil DJP Jawa Timur I telah mengamankan penerimaan pajak sebesar 15.2 Trilyun yakni 30.51% dari target penerimaan pajak untuk Kota Surabaya sebesar 50 Trilyun. Angka Ini bertumbuh sebesar 16.4% dari penerimaan tahun 2018 dengan periode yang sama.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) berkomitmen untuk mempermudah berbagai layanan perpajakan, khususnya untuk mendukung peringkat Indonesia dalam kemudahan dalam berusaha EoDB (Ease of Doing Business). Dibuktikan dengan berbagai aplikasi yang diharapkan dapat mempermudah wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakan, salah satunya dengan fasilitas pelaporan SPT Tahunan melalui kanal efiling.

Efiling semakin banyak digunakan oleh wajib pajak di Kota Surabaya. Dari 294.219 wajib pajak yang telah melaporkan SPT Tahunan. sebanyak 97,40% melaporkan SPT Tahunan melalui kanal e-filing (tahun Ialu 82%). Jika dilihat dari 354.208 wajib pajak terdaftar wajib SPT, sebanyak 83.06% telah melaporkan SPT Tahunannya. Kedepannya, untuk wajib pajak yang masih belum melaporkan SPT, Direktorat Jenderal Pajak akan mengirimkan himbauan untuk segera menyampaikan pelaporan SPT Tahunan.

“Kedepannya kami harap dapat memberikan edukasi kepada wajib pajak terkait kewajiban perpajakan yang harus dilakukan dengan cara konsultasi melalui help desk,” Ujar Eka Sila Kusna Jaya, Kepala kantor wilayah DJP Jawa Timur I, saat Media Gathering dan Buka Puasa bersama awak Media serta perwakilan Tax Center, Kamis (16/05/2019) di Santika Hotel Jl. Raya Gubeng.

Ditambahkan, Di era pertukaran data ini, pada tanggal 23 April 2019 Kanwil DJP Jawa Timur l telah melakukan MoU dengan Pemerintah Kota Surabaya terkait pertukaran data untuk mengamankan penerimaan pajak pusat dan pajak daerah.

“Untuk wajib pajak yang terbukti tidak melakukan pelaporan perpajakan secara tidak benar akan ditindak, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengajuan berkas P-21 dari 25 Pemeriksaan Buper dan 9 Penyidikan di sepanjang tahun 2018 menjadi 23 Pemeriksaan Buper dan 11 Penyidikan per bulan Mei tahun 2019,” paparnya.

Apabila wajib pajak yang terbukti tidak melaporkan pajaknya secara benar serta tidak menunjukkan itikad baik untuk melakukan kewajiban sesuai dengan ketemuan, Direktorat Jenderal Pajak tidak segan untuk menegakkan hukum melalui proses penagihan aktif berupa pencegahan dan penyanderaan.

dny

LEAVE A REPLY