MUI Imbau Sebutan “Cebong” & “Kampret” Diakhiri

0
76
Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi.
Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi.

JAKARTA, Nawacita – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada seluruh pendukung masing-masing paslon presiden dan wakil presiden agar berhenti menyebut istilah “cebong” dan “kampret”. Kata-kata itu merupakan istilah yang digunakan para pendukung masing-masing paslon yang dialamatkan kepada rivalnya.

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Saadi mengatakan, pendukung masing-masing paslon sebaiknya kembali merajut persaudaraan antar sesama anak bangsa setelah Pemilu serentak 2019 selesai.

“Mulai saat ini mari kita akhiri penyebutan ‘kampret’ dan ‘cebong’ dan kita kembali menjadi manusia yang mulia karena kita adalah saudara,” kata Zainut di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

MUI mengajak kepada seluruh pihak yang berseberangan karena perbedaan pandangan politik kembali merajut tali silaturahminya. Sebab, Zainut berpandangan selama beberapa bulan ke belakang, masyarakat Indonesia terkotak-kotak oleh perbedaan pilihan.

“Berakhirnya pencoblosan hendaknya seluruh masyarakat kembali merajut tali silaturahmi dan persaudaraan yang selama ini tercabik-cabik, terkotak-kotak, dan terbelah karena perbedaan pilihan sehingga kita sering ‘perang’ di medsos maupun dalam kehidupan keseharian kita,” tuturnya.

Dirinya lantas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri agar menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) ‎siapa pemenang di Pemilu serentak 2019.

“MUI meminta kepada seluruh masyarakat untuk dapat menyikapi seluruh proses tahapan Pemilu serentak tahun 2019 dengan sabar, tawakal dan terus berdoa semoga situasi dan kondisi seperti ini tetap terjaga dan terpelihara hingga semua proses dan tahapan Pemilu berakhir dilaksanakan,” kata dia.

oknws.

LEAVE A REPLY