74 Peluru Besarang di Tubuh Orang Utan, Jadi Siapakah Hewan Sebenarnya?

0
17

Jakarta Nawacita – Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho membagikan foto orangutan yang disiksa di Sumatera. Netizen pun dibuat geram oleh pelaku yang tega menyiksa hewan yang dilindungi itu.

“Inilah induk orangutan Sumatera yang tubuhnya luka parah krn benda tajam dan ada 74 peluru senapan angin ditubuhnya. Anak orangutan berumur 1 bulan akhirnys mati dalam perjalanan evakuasi karena kekurangan nutrisi berat dan trauma berat. Sungguh biadab orang yang menyiksanya,” demikian cuplikan cuitan dari keterangan foto yang ia unggah.

“Gk punya perasaan tu manusia laknat .tega”nya nembakin SMPK segitu banyaknya…gk punya hati nurani,” balas salah satu warganet.

perilaku menyiksa hewan ternyata bisa merupakan tanda masalah kesehatan mental yang bermasalah dan diikuti dengan perilaku penyiksaan.

“Ketika orang kejam pada hewan-hewan, itu artinya mereka tidak punya empati,” kata Dr Jayanthini, Psikiatris dari Chennai.

“Umumnya ketika kamu mendapatkan kasus anak yang menunjukkan perilaku agresif, kami mencoba untuk memastikan apakan dia juga kejam pada hewan, terlepas dari orang lain. Jika dia tidak melakukannya, ada kemungkinan empati di sana,” tambahnya.

Semaentara itu, Dr Thara, Direktur Yayasan Penelitian Schizophrenia di Chennai menjelaskan ada dua hal yang bisa jadi kemungkinan alasannya.

“Kekejaman terhadap hewan adalah manifestasi dari dua hal – keinginan untuk memiliki kendali atas makhluk yang lebih lemah dan lebih kecil dan kecenderungan untuk mendapatkan kesenangan sadis darinya,” tuturnya.

American Psychiatric Association mengklasifikasikan kekejaman terhadap hewan sebagai salah satu indikator gangguan perilaku. Sederhananya, perilaku gangguan merujuk untuk kegigihan perilaku seperti mencuri, berbohong atau perilaku agresif atau destruktif.

Jika kamu menemukan diri sendiri atau orang lain mendapatkan kesenangan dari usaha menyakiti hewan, ada baiknya untuk mendapatkan bantuan dari tenaga ahli untuk berkonsultasi lebih lanjut.

dtk

LEAVE A REPLY