Ambil Alih Pengelolaan Air Jakarta oleh Pemprov Masuk Tahap Finalisasi

0
43
Anies Baswedan.
Anies Baswedan.

Jakarta,Nawacita – Pemprov DKI Jakarta sedang menyelesaikan proses pengambilalihan pengelolaan air di Jakarta. Pemprov masih menyelesaikan head of agreement (HoA) antara BUMD PAM Jaya dengan Palyja dan Aetra.

“Ya, kami sudah rapat, ada beberapa hal teknis yang sedang difinalkan oleh Dirut PAM, dia sedang finalkan, nanti kalau sudah final nanti akan kami umumkan. Mereka (Palyja dan Aetra) sedang dalam proses pembicaraan finalisasi head of agreement, begitu final nanti kita umumkan hasilnya,” ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/2/2019).

Head of agreement dibutuhkan sebelum akhirnya PAM Jaya mengakuisisi pengelolaan air dari swasta. Rencananya, HoA tidak butuh waktu lama lagi untuk selesai.

Head of agreement itu adalah kesepakatan menyangkut agenda-agenda yang nanti akan dijadikan sebagai bahan pembicaraan,” kata Anies.

Anies memanggil PAM Jaya dan Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum (TETKAM) beberapa hari lalu. Di sana diketahui HoA akan segera keluar dalam beberapa hari lagi.

“Hari-hari ini harus sudah selesai, saya panggil 2 hari yang lalu tanggal 11 (Maret), dengan Dirut, dan tim tata kelola air, dan mereka memberikan update-nya, ada beberapa hal teknis detail yang sedang difinalkan nanti mereka akan lapor dan saya umumkan. harapannya sih segera cepat,” kata Anies.

Sebelumnya, Anies berencana mengambil alih pengelolaan air dari pihak swasta. Anies berargumen, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalami kerugian setelah perjanjian pada 1997 saat pengelolaan dilakukan oleh Palyja dan Aetra.

“Posisi Pemprov DKI sangat jelas dan tegas, Pemprov akan segera ambil alih pengelolaan air di Jakarta demi dukung target perluasan air bersih di Jakarta. Tujuannya koreksi perjanjian yang dibuat masa Orba ’97, selama 20 tahun perjanjian, pelayannya air bersih tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” kata Anies kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta (11/2).

 

dtk

LEAVE A REPLY