Menurut Kemenkumham kalsel Inilah Dampak Dari Pernikahan Dini

0
70
Dampak Dari Pernikahan Dini Menurut Kemenkumham Kalsel.
Dampak Dari Pernikahan Dini Menurut Kemenkumham Kalsel.

BANJARMASIN, Nawacita – Pernikahan dini menjadi persoalan krusial. Banyak dampak yang ditimbulkan. Seperti perceraian, kematian ibu melahirkan, pengangguran dan masih banyak lagi.

Melihat kondisi demikian, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Kalsel komitmen memberikan perlindungan terhadap hak-hak anak karena pernikahan dini.

”Pernikahan di usia dini telah melanggar hak tumbuh kembang anak, hak pendidikan, hak sosial-politik, hak bebas dari kekerasan,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Ferdinand Siagian ketika membuka Desiminasi HAM terhadap puluhan tenaga pendidikan, pelajar di Auditorium Pemkab HST, Rabu (20/2/2019).

Ferdinand mengatakan, pernikahan merupakan pertalian yang sah antara laki-laki dan perempuan untuk waktu yang lama. Tujuannya membentuk suatu keluarga atas dasar Tuhan Yang Maha Esa.

Jika pernikahan anak terjadi sebelum usianya matang, akan berkorelasi dengan meningkatnya kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, perdagangan manusia, jumlah anak terlantar, meningkatnya perceraian dan pengangguran.

Pemerintah sudah menyarankan batas usia yang diperbolehkan, untuk laki-laki di usia 25 tahun sedangkan perempuan 21 tahun.

“Pada usia tersebut, keduanya sudah matang secara fisik, fisiologis dan psikologis untuk bertanggung jawab terhadap pernikahan dan anak yang dihasilkan dari pernikahan,” jelasnya.

rdrbjm.

LEAVE A REPLY