Hanura Soal Ajakan Gubernur Koster Pilih Jokowi: Biarkan Bawaslu Bekerja

0
69
Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Jakarta,Nawacita – Gubernur Bali I Wayan Koster dilaporkan ke Bawaslu karena mengajak milenial memilih capres petahana Joko Widodo (Jokowi) di acara yang diadakan Polri. Wakil Ketua Umum Hanura Gede Pasek Suardika meminta Bawaslu diberikan waktu untuk bekerja.

“Biarkan Bawaslu bekerja,” kata Pasek lewat pesan singkat, Rabu (20/2/2019).

Partai Hanura merupakan salah satu partai koalisi yang mengusung Koster di Pilgub Bali. Hanura juga satu koalisi dengan PDIP, partai yang dinaungi Koster, dalam mengusung capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 ini.

Seperti diketahui, peristiwa itu bermula ketika Koster mengajak milenial memilih Jokowi pada Pilpres 2019 saat memberikan sambutan di acara Millennial Road Safety Festival 2019 yang diadakan Ditlantas Polda Bali di Lapangan Niti Mandala, Renon, Bali, Minggu (17/2). Politikus PDIP itu tak merasa melakukan kampanye.

“Nggak ini kan spontanitas, saya kan ketua partai di Bali. Punya tanggung jawab untuk memenangkan Pak Jokowi sebagai calon presiden,” ujar Koster.

Meski diundang dalam kapasitasnya sebagai gubernur, Koster beralasan ia mengajak milenial pilih Jokowi-Ma’ruf Amin di hari libur. “Kapasitas ya saya sebagai ketua partai dan sebagai gubernur kan sekarang hari libur boleh aja. Hari libur bebas,” kata dia.

Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mendesak Bawaslu untuk segera mengusut kasus dugaan pelanggaran kampanye tersebut. Dia berharap Bawaslu tegas dan tidak tebang pilih.

“Kami desak Bawaslu segera menyikapi laporan ini. Jangan takut, baru yang melakukan kubu petahana, hukum harus ditegakkan secara adil,” kata Andre kepada wartawan, Selasa (19/2).

Terpisah, juru bicara BPD (Badan Pemenangan Daerah) Prabowo-Sandi Provinsi Bali, Fachruddin Piliang, menyebut ajakan Koster jelas mengacu pada pasangan calon tertentu. Apalagi Koster diundang sebagai Gubernur Bali.

“Kita bukan bicara aturan saja, tetapi persepsi publik harus kita hormati dan selamatkan. Jangan sampai persepsi publik, bahwa demokrasi di Bali tidak bisa berjalan lancar dan semestinya,” harapnya.

Fachrudin juga menyarankan Polda Bali memberikan klarifikasi terhadap acara Millennial Road Safety Festival itu, sehingga dugaan ketidaknetralan polisi bisa diluruskan.

 

dtk

LEAVE A REPLY