Kongres Pertama Forum Alumni Perhimounan Pers Mahasiswa Indonesia

0
101

Jakarta, Nawacita – Para alumni pers mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia menggelar Kongres Pertama Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) di Demang Restaurant & Coffee Lounge Sarinah, Jakarta, Sabtu, 9 Februari 2019.

Dalam kongres tersebut Agung Sedayu (alumni pers mahasiswa dari Universitas Jember) terpilih sebagai Ketua Umum FAA PPMI periode 2019-2022, selanjutnya Rommy Fibri (alumni pers mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada) terpilih sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi.

Pemilu adalah elemen penting dari sistem negara yang demokratis, namun dibutuhkan kedewasaan sikap politik seluruh elemen bangsa untuk bisa terwujudnya demokrasi yang sehat. Pesta demokrasi harus menjadi sarana mempererat persatuan dan persatuan bangsa, bukan justru menjadi pemicu perpecahan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, para alumni pers mahasiwa menyerukan pesan demokrasi sehat di pemilu 2019. Pesan tersebut dituangkan dalam deklarasi FAA PPMI yang dibacakan oleh Agung Sedayu.

Perhelatan Pemilu 2019 menjelang babak akhir. Pemilihan umum tidak hanya sekedar ajang berebut kekuasaan, namun lebih penting dari itu adalah sebuah syarat utama terwujudnya demokrasi dan kedaulatan rakyat Indonesia.

Pemilihan umum harus dilaksanakan dengan damai serta menjunjung tinggi perbedaan pendapat serta pilihan. Kampanye juga mesti dilakukan dengan beradab, tanpa fitnah, berita bohong atau hoaks, serta tidak menggunakan isu SARA.

Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) yang mewadahi alumni pers mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia ikut berperan aktif untuk mendorong terwujudnya pesta demokrasi yang damai dan aman. FAA PPMI mengajak seluruh bangsa menjaga persatuan dan kerukunan bangsa dalam pelaksanaan pemilihan umum.

1. Menyerukan pemilihan umum yang bebas intimidasi, intoleransi dan disinformasi, untuk proses demokrasi yang sehat, dewasa, dan mulia.

2. Menolak kebohongan dan provokasi sebagai cara mengumpulkan dukungan kepada calon tertentu dengan mengorbankan kebenaran atas nama kepentingan politik sesaat

3. Menyerukan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya sebagai bentuk partisipasi yang sehat dalam proses berdemokrasi.

(Ainul Yaqin)

LEAVE A REPLY