Menko Kemaritiman Ajak Mahasiswa Unusa Menjaga Marwah NU

0
111

Surabaya.Nawacita.co – Menko Kamaritiman, Luhut Binsar Pandjahitan, mengajak mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk menjaga marwah NU. Sebagai mahasiswa yang memiliki intelektualitas Kalian harus dapat menjaga marwah NU.

Demikian disampaikan Luhut Binsar Pandjahitan dalam kuliah umum yang digelar di Kampus Unusa, Kamis (7/2) sore.

“Kalian sebagai mahasiswa NU, sebagai generasi muda NU harus mampu menjaga marwah dan nama baik NU,” katanya di akhir sesi kuliah umum.

Dalam materi kuliah umumnya, Luhut menjelaskan tentang keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai dan menjadi landasan Pemerintah dalam periode Presiden Joko Widodo. “Sebagai prajurit saya tidak akan membiarkan Indonesia didikte oleh negara mana pun. Indonesia negara besar dan harus mampu berdiri sendiri,” katanya.

Terkait dengan apa yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam empat tahun terakhir, Luhut menegaskan, jika Presiden telah membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dengan transparan.

“Janji menyediakan lapangan kerja bagi 10 juta penduduk telah tercapai. Fundamental ekonomi terus membaik bahkan jika dibanding negara-negara di dunia pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) yang membawahi Unusa, Prof Mohammad Nuh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan Unusa disiapkan untuk menyiapkan 100 tahun usia NU pada tahun 2026. Melalui Unusa diharapkan generasi muda NU akan memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan yang memadai untuk memasuki satu abad kemerdekaan Indonesia 2045.

Pada bagian lain sambutannya, Nuh mengingatkan dan mengajak warga NU khususnya mahasiswa Unusa untuk menjaga suasana menjelang Pemilu dengan damai dan sejuk. Nuh mengilustrasikan suasana jelang Pemilu yang biasanya panas. “Kalau panas biasanya berkeringat dan jika berkeringat kita kepingin membuka baju. Padahal kalau sudah membuka baju, maka aurat akan terlihat, dan itu jika aurat terlihat maka sholat tidak sah,” kata Nuh.

Karena itu Nuh mengajak mahasiswa untuk menjaga suasana jangan sampai berkeringat dan membuka baju. “Hangat saja boleh, dan memang harus hangat, tapi jangan sampai panas dan berkeringat,” katanya.

LEAVE A REPLY