Kesalahan Turis saat Berwisata di Roma

0
18
wisata diroma
wisata diroma

Jakarta, Nawacita — Sejarah, karya seni sampai kuliner pasta membuat Roma ramai dikunjungi turis mancanegara. Di antara jutaan turis yang berkunjung setiap harinya, ada saja turis yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke kota di Italia ini.

1. Keliling Satu Hari

Sebagian besar turis yang pertama kali mengunjungi Roma pasti ingin melihat objek wisata utama, seperti; Colosseum, Forum Roman, Air Mancur Trevi, Pantheon dan Vatikan.

Menjelajahi seluruh objek wisata tersebut dalam waktu satu atau dua hari memang memungkinkan, namun turis pasti merasa kelelahan karena harus berdiri dalam antrean yang panjang.

Pengalaman menjelajah objek wisata pun jadi tidak hakiki, karena harus terburu-buru.

Jadi sebaiknya siapkan waktu tiga sampai empat hari untuk agenda ke objek wisata di Roma, agar pengalaman menjelajah menjadi lebih khusuk.

2. Beli Tiket Mendadak

Roma memberlakukan tiket masuk ke sejumlah objek wisata. Namun tak banyak yang mengetahui kalau turis bisa membeli tiket jauh sebelum hari kedatangannya melalui sistem online.

Melalui pembelian online turis bisa mendapatkan harga yang lebih murah, bebas antrean dan terhindar dari penipuan calo.

3. Berharap Melihat Lukisan ‘Perjamuan Terakhir’

Banyak turis yang mendatangi museum-museum di Roma untuk melihat lukisan ‘Perjamuan Terakhir’ karya Leonardo da Vinci.

4. Hanya Berbicara Bahasa Inggris

Masyarakat Roma terbilang cukup santai dengan keberadaan turis yang hanya bisa berbahasa Inggris.

Namun tak ada salahnya untuk mengucapkan sejumlah kalimat dalam bahasa Italia untuk menghargai mereka seperti per favore (tolong) atau grazie (terima kasih).

5. Memesan Cappuccino Selain Pagi Hari

Perlu diketahui kalau cappucinno hanya disediadakan dalam menu sarapan. Jika masih ingin memesan kopi setelah jam makan pagi, turis bisa memesan un caffè (espresso) atau un caffè macchiato (espresso dengan susu).

Kalau merasa espresso terlalu ‘keras’ bagi lambung, turis bisa memesan un caffè americano(kopi hitam ala Amerika).

Perlu diingat jangan hanya menyebut latte saat memesan kopi, karena latte berarti susu dalam bahasa Italia.

6. Menyetop Taksi di Tengah Jalan

Roma memiliki tiga jalur kereta bawah tanah dan sejumlah rute bus. Tapi jika sedang terburu-buru, endaraan sewa online atau taksi menjadi pilihannya.

Perlu diketahui kalau kendaraan sewa online masih ilegal dan cenderung lebih mahal dibandingkan taksi.

Bagi yang ingin memesan taksi, jangan harap bisa memberhentikannya di tengah jalan. Mungkin ada yang berhenti, tapi mereka tak diizinkan melakukannya oleh pemerintah.

Sebaiknya mendatangi lokasi tunggu taksi atau memesannya melalui aplikasi MyApp.

7. Tak Beli Tiket Bus

Bagi yang berencana naik bus di Roma, pastikan memiliki tiket bulanan yang sistemnya digesek pada mesin kecil di dalam bus. Begitu juga yang membeli tiket harian.

Kartu tiket ini bisa didapatkan di meja penjualan di stasiun kereta bawah tanah atau di minimarket Tabacchi.

Harga tiket naik transportasi umum di Roma sekitar €1,50 (sekitar Rp25 ribu) per orang sekali jalan. Namun jika ketahuan tak memiliki tiket bisa kena denda sekitar €50 (sekitar Rp810 ribu).

8. Lupa Membuat Pesanan

Tempat makan dengan papan nama besar, bertuliskan bahasa Inggris, yang berada di sekitar kawasan Pantheon atau Piazza Navona sebaiknya dihindari karena terkadang ada yang melakukan penipuan terhadap pengunjungnya.

Secara garis besar, sebaiknya hindari makan di kawasan yang ramai turis. Sebaiknya buka aplikasi Yelp atau blog kuliner untuk mengetahui tempat makan yang tepat.

Setelah mengetahui restoran yang bakal dituju, sebaiknya membuat pemesanan meja sebelum datang untuk menghindari antrean.

9. Salah Menu dan Tempat

Perlu dicatat bahwa kuliner di Italia sangat beragam, tergantung kawasannya. Jadi jika bermimpi bakal menikmati lasagna bolognese, menu tersebut tidak akan ada di Roma.

Trattorias dan osterias adalah tempat makan yang menyediakan pasta dan menu seafood. Sedangkan pizzerias adalah tempat makan yang menyediakan menu pizza.

Ketiganya tidak akan menyediakan menu selain yang dimaksud.

Jangan harap juga bakal menikmati pizza dengan roti tebal di Roma, karena pizza yang disediakan tipis dan garing.

cn

LEAVE A REPLY