Ridwan Hisyam: Rame Divestasi Freeport, ada Dalangnya

0
91
Ridwan Hisyam (Ketua Komisi VII DPR RI) saat menjadi nara sumber.
Ridwan Hisyam (Ketua Komisi VII DPR RI) saat menjadi nara sumber.
Jakarta, Nawacita Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hasyim mengungkapkan jika persoalan tambang kita sudah lama menjadi polemik. Pasalnya meskipun proses penambangan sudah bejalan sejak masa Orde Baru namun Undang-undang Minerba baru ada setelah Reformasi.
Begitupun persoalan arah tujuan pengelolaan sudah berubah. Saat ini cenderung lebih kapitalis untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-sebanyaknya.
“Kalau dulu paradigmanya ialah sesuai Undang Sumber daya alam dikuasai negara untuk kesejahteraan rakyat. Tetapi setelah ada Undang-undang Minerba paradigma yang dipakai adalah sumber daya alam menjadi komoditas. Sehingga yang dihitung adalah untung rugi,” ungkapnya.
Ridwan yang diundang sebagai salah satu pembicara Diskusi Publik Awal Tahun Kahmi bertajuk “Kembalinya Freeport ke Indonesia, Antara Kepentingan Nasional dan Kepentingan Asing” itu menceritakan perjalanan panjang pertambangan di Indonesia.
Mengenai divestasi PT.  Freeport Indonesia sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan karena tidak hanya Freport yang melakukan divestasi tetapi banyak juga perusahaan tambang asing yang melakukan divestasi. Dirinya merasa ada pihak di luar pemerintah yang ingin membesarkan divestasi Freeport.
“Seperti tambang batubara, inalum itu kan banyak juga yang sudah di divestasi. Itu menjadi besar karena ada yang membesarkan,” ujarnya saat memaparkan di Graha Kahmi Centre Jalan Turi No 41 Jakarta, Rabu (9/1/2019).
Diketahui acara tersebut dihadiri Ir. Bambang Gatot Ariyono, MM (Dirjen Minerba Kementerian ESDM RI), Dr. Ir. Ilyas Saad, MP, MH (Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI), Budi Gunadi Sadikin (Dirut PT. Inalum), Ferdy Hasiman (Pengamat Energi dan Pertambangan). (Yaqin/yas)

LEAVE A REPLY