Bertemu JK, WNI di Argentina Curhat Banyak Hal

0
126

Buenos Aires,Nawacita.co (1/12) Usai mengikuti rangkaian kegiatan G20 Summit 2018, Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla menghadiri acara temu sapa bersama warga Indonesia di Buenos Aires Argentina, Sabtu malam (1/12) waktu setempat. Berlangsung di Wisma Duta Besar RI untuk Argentina yang berada di jantung kota tersebut, puluhan warga Indonesia dan beberapa warga lokal yang mencintai Indonesia hadir dalam acara tersebut.

Wapres JK hadir ditemani istri, Mufidah JK. Nampak hadir pula dalam acara tersebut beberapa menteri yakni tuan rumah Dubes RI untuk Argentina Ninik Kun Naryatie beserta suami, Menkominfo Rudiantara dan istri, Menpan RB Syafruddin,  dan Wamenlu Mohammaf Fachir.

Dalam pesan-pesannya kepada warga, secara garis besar JK menyampaikan dua hal utama yakni perkembangan ekonomi di Indonesia dan pemilu yang akan dihelat April tahun depan. Wapres mengatakan bahwa perekonomian Indonesia saat ini memang bukan pada posisi terbaiknya. Salah satu penyebabnya adalah perang dagang.

Harga-harga komoditas Indonesia saat ini menurun diakibatkan lemahnya ekonomi dan perang dagang tersebut. Namun, sebenarnya dengan kerja keras masalah ini akan bisa diatasi. Saat ini pertumbuhan Indonesia masih moderat dan masih lebih baik pertumbuhannya ketimbang beberapa negara di kawasan.

Kita masih bisa bertahan tumbuh di atas 5 persen. Itu berarti suatu pertumbuhan yang moderat dibanding dengan negara lain karena di dunia ini (ekonominya) cenderung menurun,” cerita JK.

Wapres JK berterima kasih dan mengapresiasi kepada warga Indonesia yang telah bekerja keras di luar negeri termasuk Argentina. Sebab itu menunjukkan kemandirian warga dalam mendorong kemajuan ekonomi di Indonesia.

Wapres JK berterima kasih dan mengapresiasi kepada warga Indonesia yang telah bekerja keras di luar negeri termasuk Argentina. Sebab itu menunjukkan kemandirian warga dalam mendorong kemajuan ekonomi di Indonesia.

Jadi (saya memandang) luar biasa pengorbanannya,” Wapres JK mengapresiasi.

JK mengingatkan bahwa pemilu akan datang. Ia katakan bahwa warga di Argentina perlu menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin terbaik baik bangsa Indonesia.

Termasuk anda punya hak (saja). Mau datang boleh, tidak datang boleh. Tapi saya harapkan anda datang untuk memilih pemimpin yang diharapkan,” pesan JK.

Meski demikian, JK ingatkan pemilu kali ini adalah yang paling rumit di dunia mengingat banyaknya jenis pemilihan yang akan dilakukan dalam satu waktu sekaligus.

Wapres mengatakan, “Pemilu kali ini adalah pemilu paling rumit, karena terdapat lima pemilihan sekaligus mulai dari pemilihan dprd kota/kabupaten hingga pemilu presiden.”

*WNI Curhat*

Usai paparan JK, seorang warga bernama Stefanus Woekian mendapat kesempatan untuk bertanya kabar Tanah Air. Secara khusus, pria paruh baya asal Flores yang telah menetap 24 tahun di Argentina ini menanyakan perihan toleransi beragama di Indonesia.

JK kemudian menanggapi bahwa dalam hal toleransi, Indonesia ini adalah salah satu negara paling baik dalam menjaganya.

Jika kita lihat negara lain misalnya dimana Islam menjadi agama minoritas, bisa jadi hari libur untuk islam tidak ada sama sekali. JK menambahkan bahwa, sementara itu di Indonesia, untuk yang kecil pemeluknya, Agama Buddha misalnya, memiliki hari libur.

Sebenarnya di antara banyak negara kita merupakan yang terbaik. Contohnya menteri kita ada 35 dan semua agama ada. Kita punya juga 15 hari libur nasional. Dan semua hari libur agama-agama ada,” ujar JK.

Wapres JK mengajak segenap masarakat yang hadir dan segenap rakyat Indonesia untuk bersyukur dalam hal tolearnsi Indonesia ini. Meskipun mayoritas Islam tapi tidak memiliki konflik antar agama seperti di bebeberapa negara lain yang sampai memakan banyak korban, seperti Afghanistan dan Pakistan.

Kembali pada persoalan pemilu, JK berpesan bahwa kita tahu bahwa pemilu di Indonesia selalu menjadi pemilu yang aman. Ukurannya adalah meski banyak terjadi perbedaan pendapat, tidak boleh sampai ada nyawa melayang.

Acara temu sapa bersama Pak JK dan Warga Indonesia di Buenos Aires ini berlangsung sekitar 1,5 jam dan dimulai dengan sajian makan malam khas Indonesia. Beberapa makanan yang disajikan adalah daging bakar, pecel sayur, tongseng kambing dan bakso.

Selain warga Indonesia, dalam acara tersebut datang pula beberapa warga lokal Argentina. Beberapa dari mereka adalah keluarga dan teman dekat warga Indonesia di sana, dan beberapa lainnya adalah LO atau Liason Officer delegasi Indonesia dan petugas keamanan yang mendampingi Wapres JK dan tim selama berada di Buenos Aires. (Tim Media Wapres/ dny)

 

 

LEAVE A REPLY