Makna Kasidah Menurut Presiden Jokowi

0
88
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

JAKARTA,Nawacita —  Presiden RI Joko Widodo mengharapkan umat Islam di Indonesia jangan pernah pesimistis dan putus asa dalam menghadapi berbagai tantangan serta rintangan.

Hal itu disampaikan presiden dalam acara Penutupan Festival Bintang Vokalis Qasidah Tingkat Nasional Tahun 2018 Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (29/11) malam.

“Melalui kasidah rasa optimis bisa muncul dan bertumbuh di hati umat. Memang sebagai umat Islam kita jangan pernah pesimistis, jangan pernah putus asa,” kata Jokowi.

Dalam keterangan yang diterima, Jumat (30/11), Kepala Negara mengatakan, bahwa dalam sejarah peradaban dan kebudayaan Islam, ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan seni berkembang pesat serta tumbuh subur.

Kesenian seperti kasidah dapat terus berkembang hingga saat ini dan memberikan semangat kepada umat. Kesenian juga mengingatkan mengenai akhlakul karimah.

Presiden mengatakan, bahwa kesenian seperti kasidah tersebut tak lekang oleh waktu dan akan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Presiden mengatakan, apa yang dilakukan para peserta festival melalui lantunan kasidah sebenarnya sedang mensyiarkan Islam. Mereka menghadirkan rasa damai hati serta membangkitkan perilaku positif.

“Coba kalau kita artikan tadi, abttahiyyat wabsalam, melalui perilaku mulia dan damai. Kemudian ansyaru ahlal kalam jainuddin yahtirom, sebarkanlah ucapan yang manis,” katanya.

Sebelum memberikan sambutan, Presiden Joko Widodo menyerahkan Piala Presiden kepada juara umum Festival Bintang Qosidah Gambus Tingkat Nasional Tahun 2018 kepada kontingen Sumatra Utara.

Di akhir acara, pemenang Festival Bintang Qosidah Gambus Tingkat Nasional Tahun 2018 Kategori Anak-anak Putra Ananda Muhamad Fahrizal dari Provinsi Sumatra Utara mempersembahkan lagu “Ya Umri”.

rpblk

LEAVE A REPLY