Komentar Gerindra soal PKS Lebih Sering Kampanyekan Sandi

0
26
Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno.

JAKARTA, Nawacita — Partai Gerindra tak mempersoalkan sikap PKS yang meminta kadernya lebih mengoptimalkan kampanye untuk calon wakil presiden Sandiaga Uno dibandingkan Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai Prabowo-Sandiaga merupakan satu paket.

Ia menilai instruksi tersebut bagian dari strategi PKS yang sudah dibicarakan PKS dengan partai-partai politik pengusung Prabowo-Sandiaga.

“Kita semua itu satu paket. Tapi soal strategi itu nggak masalah karena kita bicarakan semua di dalam dari awal malah,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/10).

Menurutnya, selama ini Sandiaga dianggap bisa lebih banyak bergerak dibandingkan Prabowo yang sudah menemui banyak tamu dan memenuhi permintaan pihak lain.

“Jadi sejak awal sebetulnya sudah ada agreement itu. Karena itu Pak Sandi kan mundur dari Gerindra sehingga bisa independen dan bisa ikut kawan-kawan di PAN, PKS, Gerindra, Demokrat. Jadi itu nggak ada pertentangan sama sekali,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, Prabowo juga tidak masalah dengan surat edaran dari PKS yang ditujukan ke para kader tersebut. Menurut Fadli, surat tersebut hanyalah persoalan teknis kampanye yang dilakukan PKS.

Fadli menambahkan nantinya Prabowo juga akan bersama partai-partai pengusung dan pendukungnya untuk kampanye bersama-sama.

“Lebih ke mobilitas saja artinya masalah teknis saja. Teknis kampanye. Nanti bersama juga Pak Prabowo dengan partai-partai koalisi yang lain, dengan PAN, PKS, dan Demokrat, tidak hanya dengan Gerindra,” kata Fadli.

Sebuah surat edaran DPP Partai Keadilan Sejahtera dengan nomor surat  05/D/EDR/DPP-PKS/2018 tertanggal 17 September 2018 beredar di kalangan wartawan. Surat yang ditandatangani Presiden PKS Sohibul Iman tersebut berisi instruksi kepada seluruh anggota fraksi PKS untuk mengoptimalkan kampanye terhadap Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno di daerah pemilihannya masing-masing demi membangun efek ekor jas (coat-tail effect).

Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin tidak membantah hal tersebut. “Kajian di internal kami masih dimungkinkan PKS mendapatkan coat-tail effect dari sosok Sandi,” kata Suhud saat dihubungi Republika.co.id, Senin (22/10).

repblk

LEAVE A REPLY