Jokowi Soal Santri: Tak Sulit Cinta Agama Sekaligus Bangsa

0
34
Presiden Joko Widodo, di Ruang Garuda Istana Bogor
Presiden Joko Widodo, di Ruang Garuda Istana Bogor

Jakarta,Nawacita — Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyinggung soal tradisi santri yang menjadi bagian penting Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kemudahan mencintai agama dan bangsanya pada saat bersamaan.

Menurutnya, tradisi kesantrian yang kuat menjunjung penghormatan kepada sesama manusia lewat prinsip ‘hablum minannas’ dan penghormatan kepada keimanan lewat prinsip ‘hablumminallah’.

“Saya tahu tidak sulit untuk mencintai agamanya, dan sekaligus negaranya, bangsanya. Mencintai agama dan bangsa itu, dilakukan secara bersama,” katanya, saat menghadiri acara Apel Akbar Santri Nusantara dalam Hari Santri Nasional 2018 di Benteng Vastenburg Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/10) malam, dikutip dari Antara.

Hal itu, lanjutnya, tercermin dalam perjuangan para ulama, kiai, dan santri untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Ada peran besar para kiai dan para santri dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika,” kata Jokowi.

Ditambahkannya, penetapan Hari Santri pada 22 Oktober, tiga tahun lalu, melalui Keputusan Presiden, tak lepas dari penghormatan dan penghargaan negara kepada para kiai, alim ulama, dan para santri atas jasa-jasanya itu.

“Saya sangat paham dengan sikap kebangsaan para kiai dan santri saat dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Kiai dan santri selalu meletakkan kepentingan bangsa dan negara sebagai yang pertama sesuai dengan tradisi kesantrian,” kata Presiden.

Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Abdul Ghoffar Rozin mengatakan acara apel akbar itu dihadiri sekitar 50.000 santri Nusantara dari ponpes di 34 provinsi.

Ia merinci bahwa santri yang ada di luar benteng sebanyak 20.000 orang, dan sisanya ada di dalam benteng.

“Pengakuan pemerintah bahwa perjuangan pesantren sumbangan para santri adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia,” katanya.

Abdul mengatakan acara apel akbar itu juga merupakan ajang konsolidasi para santri agar memiliki atau menguatkan kembali rasa kebersamaan untuk meneguhkan dan bersama-sama menjaga NKRI.

Dalam perhelatan itu, puluhan ribu santri membacakan Ikrar Santri Nusantara. Hal yang disampaikan, di antaranya, adalah ikrar untuk tetap setiap dan menjaga NNKRI, UUD 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika.

Pada cara itu, Presiden Joko Widodo tampak ditemani oleh Ibu Negara Iriana Jokowi, cucunya Jan Ethes, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama istri.

Peringatan Hari Santri pun digelar di berbagai daerah. Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, misalnya, bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama (PBNU) menggelar “Festival Tajug”.

Ketua Panitia Festival Tajug Tahun 2018 Mustofa Aqiel Siradj di Cirebon, Sabtu mengatakan “Festival Tajug” merupakan realisasi dari wasiat Kanjeng Sunan Gunung Jati yaitu “Ingsun titip tajug lan fakir miskin” (Saya menitipkan masjid dan fakir miskin).

“Sebagai umat yang beriman, kita harus dapat meneruskan dan menjaga tajug,” katanya.

Dia mengatakan fungsi tajug luas, tidak hanya sebagai pusat peribadatan namun juga dakwah, serta meningkatkan perekonomian umat.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat memberikan kado kepada para santri berupa bantuan uang tunai Rp1 juta per orang pada momentum Hari Santri.

“Tahun ini kami baru mampu memberikan Rp1 juta per santri kepada 1.000 santri dan insyaallah untuk ke depan kami akan memberikan bantuan sepeda motor kepada seluruh pasantren di Aceh Barat,” kata Bupati Aceh Barat, H Ramli, MS di Meulaboh, Sabtu (20/10).

cnn

LEAVE A REPLY