Dengan kebijakan (FTV /LTV) Pertumbuhan Kredit Properti di Harapkan Meningkat

0
32
Ita Rulina : Deputi Direktur - Departemen Kebijakan Makroprudensial, Taufik Saleh : Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan

Surabaya,Nawacita.co – Bank Indonesia kantor wilayah Jawa Timur ( KpW) Jatim menyelengarakan  kegiatan diseminasi kebijakan Makro prudensial ” loan to Value / financing  to value ( FTV/FTV), berlangsung di Gedung Bank Indonesia di Surabaya kamis ( 13/9)siang, pada acara ini mengundang nara sumber tentang kegiatan program  Pertumbuhan kredit Properti di Jawa Timu Antara lain, Ita Rulina : Deputi Direktur – Departemen Kebijakan Makroprudensial, Taufik Saleh : Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan

Dalam keteranganya Taufik Saleh mengatakan bahwa Surabaya merupakan kota pertama dalam rangkaian sosialisai yang kami lakukan seluruh Indonesia, yang akan mengambil  tiga tempat antara Surabaya, Banjarmasin dan Pekanbaru untuk wilayah KpW yang dekat  wilayah itu. Dan Surabaya khusus di wilayah timur dan juga stakeholder Bank Indonesia wilayah  jawa timur serta  berbagai kalangan mulai dari akademisi, pemerintah daerah perbankan, Lembaga keuangan dan kemudian juga kami mengundang Para developer

Kemudian kebijakan (FTV /LTV) seperti tadi saya bilang Harapanya, untuk lebih mendorong Pertumbuhan kredit properti dan tentu mengerakan ekonomi di masing – masing wilayah yang akan nanti terakumulasi  menjadi dampak secara nasional, sama dengan di wilayah Indonesia lainya jadi property  belum cukup banyak  peminatnya  artinya masih terbuka peluang untuk ditingkatkan kembali  dan wilayah Jawa timur masih dibawah 2%  dibanding  total korto Folio kredit  yang diberikan diseluruh sektor ekonomi  dan ini masih ada peluang,” tutur Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Taufik Saleh

Sementara itu Titi Rustina menjelaskan tentang rendahnya kredit Properti, hal ini disebabkan pendapatan di Indonesia, khususnya di Surabaya kalau secara nasional angka kita mengatakan dasarnya sebenarnya 10,69 tapi Surabaya hanya 6 sekian  artinya  bahwa masyarakat Surabaya masih punya ruang khusunya di jawa timur, masih punya ruang yang sangat besar untuk bisa menambah kreditnya dibandingkan Pendapatanya jadi ini masih bisa mencicil.”  jelasnya

Hal ini di indikasi Surabaya prospek  pasar yang sangat bagus. Dan Cacatan kami menunjukan  bahwa Surabaya KPRnya termasuk yang bagus  tetapi dari sisi penjualanya  devolepor yang besar itu, disini banyak Produk premium dengan harga  yang bersaing , dan tadi angka kita mengatakan  harga itu  turun terus artinya kalau kita jualan apalagi di surabaya  dengan masyarakat tadi yang dia katakan utang yang masih rendah  padahal pendatan masih cukup  untuk menganggsur artinya  prospek untuk jualan property di  di jawa timur  jauh lebih bagus dibanding dengan daerah lainya.

dny

 

LEAVE A REPLY