LPDB Siapkan Dana Rp 1,2 Triliun untuk Koperasi dan UMKM

0
97
Direktur Utama LPDB-KUMKM Bramansetyo saat melakukan kerjasama dengan lembaga penjaminan kredit dan Dinas Koperasi UMKM seluruh Indonesia, di Surabaya,

SURABAYA,Nawacita.co – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) tahun 2018 ini mengalokasikan dana Rp 1,2 Triliun untuk para pelaku usaha kecil dan menengah di seluruh Indonesia. Dari alokasi tersebut, Jawa Timur mendapatkan prioritas lebih besar dibanding provinsi lainnya.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Ir Braman Setyo mengatakan, total dana bergulir yang sudah disalurkan sejak lembaga ini berdiri sudah mencapai Rp 8,5 Triliun. Sedangkan untuk tahun 2018 ini memang disiapkan Rp 1,2 Triliun. Diakuinya, penyerapan dana tersebut hingga saat ini masih rendah karena ada beberapa evaluasi yang dilakukan internal LPDB. “Selama satu tahun ini sejak Agustus 2017 sampai 2018. Kami melakukan moratorium penyaluran alias tidak melakukan penyaluran sama sekali. Kami melakukan evaluasi selama 6 bulan. Karena kita sangat hati-hati dan mengubah regulasi penyaluran,” kata Braman Setyo disela acara Sinergi penyaluran dana bergulir antara LPDB-KUMKM dengan Dinas Koperasi UKM dan Lembaga Penjaminan Kredit seluruh Indonesia, di Surabaya, Kamis (13/9).

Ditambahkan Braman Setyo, bula Juli lalu evaluasi sudah selesai termasuk juga penempatan SDM. Sehingga sangat dimaklumi jika alokasi dana yang disiapkan Rp 1,2 triliun baru tersalurkan kepada Mitra LPDB dari pelaku Koperasi dan UMKM baru 12% saja. Namun dengan dimulainya kerjasama dengan beberapa lembaga, seperti Dinkop umkm dan perusahaan penjaminan Jamkrida, ditargetkan akhir Desember nanti Rp 1,2 Triliun itu bisa disalurkan seluruhnya. Sesuai dengan PMK No 75/2011 Penyaluran LPDB ini ada tiga schema, pertama melalui Koperasi dan UMKM, UKM dan lembaga keuangan bukan bank atau lembaga keuangan bank. “Tiga institusi ini sudah kita sinergikan semua. Minggu depan sudah bisa dimulai penyaluran kepada mitra yang sudah mengajukan permohonan Dana Bergulir secara besar-besaran,” ujar mantan Kepala Dinas Koperasi UMKM Jatim ini.

Dijelaskannya, khusus untuk Jawa Timur, LPDB selalu memberikan prioritas utama. Tahun 2016 lalu, LPDB kerjasama dengan Bank Jatim untuk menyalurkan dana Bergulir sebesar Rp 400 miliar. Nah untuk tahun 2018 ini, kata Braman Setyo, kalau memang Dinas Koperasi dan UKM Jatim aktif, sudah dialokasikan Rp 150 miliar. “Nantinya, Dinas Koperasi dan UKM akan membantu pengusaha koperasi dan UMKM calon mitra LPDB untuk melengkapi administrasi persyaratan sebelum dibawa ke kantor LPDB-KUMKM di Jakarta,” tantangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Mas Purnomohadi mengaku siap menjadi fasilitator pelaku koperasi dan UMKM di Jawa Timur yang akan mendapatkan modal bergulir dari LPDB. “Jangankan Rp 150 miliar, jika dialokasikan Rp 1 triliun pun kami siap, karena sudah banyak pelaku koperasi dan UMKM di Jawa Timur yang menunggu program ini,” jelas Purnomo.

Kenapa program LPDB ini ditunggu, salah satunya karena bunga pinjaman yang sangat rendah. Antara 5-7% setahun. Namun kendalanya saat ini adalah persyataran yang masih terlalu ketat. “Kami berharap persyaratan seperti jaminan dan laporan keuangan 2 tahun terakhir bisa dievaluasi, agar pelaku usaha pemula bisa mendapatkan dana bergulir dari LPDB,” harap Mas Purnomohadi
dny

LEAVE A REPLY