Warga Terdampak Jalan Tol Tuntut Dana Kompensasi Waskita Karya

0
26
Pekerja melakukan pembangunan jalan tol semarang batang di Ngaliyan Semarang.

SEMARANG, nawacita Ratusan warga terdampak pembangunan jalan tol di RW 7 Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, mengeluhkan dana kompensasi yang belum diterima meski sudah dua tahun proyek jalan tol Semarang-Batang berlangsung.

Selain dampak bising dan jalanan menjadi rusak akibat lalu lalang kendaraan proyek, juga berdampak pada kesehatan dan ekonomi warga akibat debu yang beterbangan dari proyek hingga mengotori rumah-rumah.

Seorang warga, Choirul Anam (55) mengatakan, usaha toko baju miliknya yang berada di tepi Jalan Srikaton terpaksa tutup karena seluruh barang dagangannya kotor terkena debu.

Bahkan, dirinya tidak dapat berjualan lagi sejak dua tahun lalu.

“Sudah dua tahun saya tidak bisa berjualan. Bagaimana mau berjualan, debu selalu masuk ke toko saya dan membuat barang saya rusak semuanya. Akhirnya baju-baju dagangan saya berikan ke panti asuhan,” kata Choirul, Jumat (10/8/2018).

Ia menuturkan, selalu membersihkan tokonya dari debu. Namun setiap ada kendaraan melintas, usahanya gagal karena debu kembali beterbangan dan masuk ke dalam tokonya itu.

“Dibersihkan setiap kali pun tidak ada bedanya, debu selalu masuk. Akhirnya saya putuskan menutup toko,” tambahnya.

Akibatnya, ia harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Padahal, dalam satu bulan saja dirinya bisa meraup omzet sampai Rp 35 juta.

Omzet tersebut naik beberapa kali lipat saat Ramadan dan Lebaran yang mencapai Rp 200 juta.

“Bisa dibayangkan berapa kerugian yang saya tanggung jika omzet saya segitu. Apalagi sudah dua kali Lebaran tidak bisa jualan karena kena debu,” keluhnya.

LEAVE A REPLY