Jusuf Kalla: Semua Ketua Partai Juga Umat

0
24

Nawacita – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan agar tidak ada penyempitan makna terhadap kata ‘umat’ memasuki masa pemilihan presiden (pilpres) 2019. Persoalan itu, kata JK, sudah ia sampaikan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Jangan mempersempit umat ini anggota organisasi Islam saja. Umat itu luas, semua ketua partai, semua bayar zakat, semua umat,” ujar JK di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (8/8).

Istilah keumatan ini sebelumnya muncul dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 sebagai bentuk koalisi dari empat partai yakni Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. Koalisi keumatan diklaim memiliki rekomendasi capres-cawapres sendiri dalam pilpres 2019.

JK menuturkan istilah umat yang dimaknai kalangan tertentu justru mempersempit kata umat itu sendiri. Padahal, menurutnya, umat adalah siapapun yang membaca syahadat, menjalankan salat, maupun ibadah puasa.

“Kita salah kalau memperkecil diri sendiri. Jadi janganlah kita diskriminatif kepada diri sendiri,” katanya.

Dalam pertemuan dengan MUI Selasa (7/8) kemarin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin telah menegaskan agar sesama umat Islam saling menghargai pilihan politik satu sama lain, khususnya menghadapi pileg dan pilpres 2019.

Din mengimbau agar tidak ada penyempitan makna atas pengertian koalisi keumatan. Menurutnya, tidak semua umat Islam begabung atau mendukung partai bernapaskan Islam seperti PPP, PKB, PAN, atau pun PKS. Namun ada juga yang menjadi loyalis partai nasionalis seperti PDIP atau Golkar.

cnn

LEAVE A REPLY