Industri Jasa dan Pergudangan Dongrak Ekonomi RI 5,27%

0
172
Suhariyanto
Suhariyanto

Jakarta, Nawacita – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2018 tercatat sebesar 5,27%. Dari 17 lapangan usaha, seluruhnya tumbuh positif tapi yang tertinggi terjadi di jasa lainnya, jasa perusahaan, dan transportasi pergudangan.

Industri jasa lainnya tumbuh 9,22% year on year (yoy), jasa perusahaan tumbuh 8,89% yoy, serta transportasi dan pergudangan tumbuh 8,59% yoy.

Dilihat secara kuartalan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pertanian, kelautan, dan perikanan 9,93%, jasa perusahaan 3,37%, dan jasa lainnya 3,30%.

Berdasarkan lapangan usaha, sektor industri tercatat memberikan andil 19,83% atau tumbuh 3,97% ke struktur pertumbuhan ekonomi berdasarkan lapangan usaha disusul pertanian 13,83 yang tumbuh 4,76%.

Sektor industri tumbuh 3,97% sedangkan sektor konstruksi tumbuh lebih lambat 5,73% dibandingkan kuartal II-2017.

“Jadi tumbuh konstruksi 5,73% ini indikatornya bisa dilihat karena realisasi semen naik, pendapatan BUMN konstruksi naik signifikan. Ada catatan bahwa pembangunan real estate alami penurunan, tapi produksi masih tumbuh,” tutur Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018).

Kemudian industri pengolahan tercatat tumbuh 3,97% di kuartal II-2018. Industri pengolahan didukung oleh industri non migas yang tumbuh 4,41% dan migas tumbuh 0,26%.

“Faktor utama yang tumbuh 4,41% karena industri makanan minuman yang tumbuh 8,67% didorong peningkatan produksi. Kemudian industri tekstil dan pakaian tumbuh karena permintaan domestik saat Ramadan dan Hari Raya,” ujar Suhariyanto.
Sektor pertanian tercatat tumbuh 4,76% didukung oleh musim panen yang bergeser ke April. Sedangkan tanaman perkebunan tumbuh melambat 4,68%.

“Kemudian tanaman perkebunan melambat 4,68%, perhatian ke kehutanan dan penebangan kayu yang negatif 0,33%. Realisasi bahan baku industri mengalami penurunan,” kata Suhariyanto.

Kemudian untuk sektor perdagangan tumbuh cukup kuat di 5,24% dibandingkan kuartal II-2017 yang sebesar 3,47%.

“Lebaran ini pergeliatan lebih bagus, dari transportasi dan ritel, bisa dilihat di sana yang membuat perdagangan meningkat penjualan mobil naik, sepeda motor naik, kemudian karena sektor pertanian bagus, industri tumbuh membuat masuk sektor perdagangan,” kata Suhariyanto.

dtk

LEAVE A REPLY