Setnov: Yang Mengganti Pancasila Akan Berhadapan dengan Golkar

0
7037
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto

Jakarta, Nawacita Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto atau akrab disapa Setnov tampak sehat saat berdiri di atas panggung acara Revitalisasi Ideologi Pancasila sebagai Landasan Perjuangan Partai Golkar yang digelar Kamis pagi.

Dalam kesempatan itu, dia menyebut akan menghadapi siapa pun yang akan mengganti ideologi Pancasila dalam bentuk apa pun.

“Siapa pun yang mengganti ideologi Pancasila, dia akan berhadapan dengan Golkar. Entah itu komunisme, liberalisme atau kapitalisme, Golkar yang akan di depan,” ucap Setya Novanto di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Dia menyebut ideologi Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan agama Islam, apalagi dengan agama lainnya yang ada Indonesia.

“Bahkan, nilai-nilai Pancasila menyesuaikan dengan ajaran-ajaran luhur yang diajarkan semua agama,” kata pria yang kerap disapa Setnov ini.

Dia menuturkan, bagi Golkar, Pancasila sebagai ideologi negara merupakan landasan final yang harus dipertahankan. Menurut dia, Pancasila menjadi ideologi karena telah menjadi kesepakatan bersama sejak bangsa ini lahir.

“Itulah tekad kita bersama. Pancasila merupakan titik temu atau kalimatun syawa (perjanjian bersama) atau common platform dari budaya yang bertumbuh dari bangsa Indonesia,” Setnov menandaskan.

Dukung Harlah Pancasila

Penegasan serupa juga pernah disampaikan Setnov. Dia mengatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara yang mengakomodasi seluruh kehidupan bangsa yang harus terus dilestarikan.

“Lima butir sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan serta memiliki makna yang sehusnya menjadi landasan hidup berbangsa dan bernegara,” jelas Setnov pada Kamis, 1 Juni 2016.

Ia menegaskan, anak bangsa harus bangga karena Pancasila adalah satu-satunya ideologi dan dasar negara yang paling sempurna dan hanya dimiliki Indonesia. Dia juga mengapresiasi sekaligus mendukung penuh Keputusan Presiden (Keppres) 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila atau Kesaktian Pancasila.

“Saya mendukung sepenuhnya keinginan Presiden Jokowi yang ingin merealisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, agar tidak hanya dilestarikan secara seremonial seperti selama ini, namun harus kita perjuangkan dengan sikap dan perilaku hidup sehari-hari,” ungkap Setnov.

“Saya mengimbau kepada kita semua agar Pancasila tidak hanya dijadikan untuk hafalan semata, tetapi amalkanlah nilai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila,” ucap Setnov.

lpt6

LEAVE A REPLY