Gerindra Minta Lembaga Survei Jujur Soal Elektabilitas Jokowi

0
272
gerindra dan presiden jokowi

Jakarta, nawacita.co – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono, meminta lembaga-lembaga survei jujur memaparkan tren penurunan elektabilitas Presiden Joko Widodo dalam beberapa waktu terakhir.

“Harus disampaikan secara jujur juga bahwa terjadi penurunan elektabilitas Jokowi yang menurut saya ditutupi oleh lembaga-lembaga survei,” ucap Ferry dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (3/3).

Ferry mengatakan, jarang ada lembaga survei yang mengungkapkan elektabilitas Jokowi menurun meski memang tetap tertinggi di antara tokoh lain termasuk Prabowo.


Ferry menilai, ketidakjujuran lembaga survei itu justru menimbulkan akibat buruk bagi Jokowi sendiri.

Jokowi, kata Ferry, akan terilusi dirinya masih berpeluang menang mutlak dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Lembaga survei ini mendorong seolah-olah Pak Jokowi ini terilusi dengan posisi seperti menjelang pilpres (2014),” ucap Ferry. “Saya kira harus ada pengakuan, baik dari lembaga survei atau internal partai.”

Ferry juga meminta lembaga survei membeberkan dampak kebijakan pemerintah pada elektabilitas Jokowi, salah satunya adalah impor beras.

Ia berpendapat kebijakan tersebut ditentang banyak kelompok masyarakat dan menurunkan elektabilitas Jokowi menurun, tapi tidak dipaparkan oleh lembaga survei.

Mengamini elektabilitas Jokowi lebih tinggi daripada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Ferry menganggap elektabilitas kedua tokoh itu tidak bisa dibandingkan.

Alasannya, karena Prabowo belum berkampanye, sementara Jokowi dapat meningkatkan elektabilitas selama menjadi presiden.

“Kalau Pak prabowo memang belum keliling. Belum kampanye,” katanya.

Pada survei Populi Center di bulan Agustus 2017, elektabilitas Jokowi jika head to head dengan Prabowo sebesar 55,5 persen banding 32 persen.

Selanjutnya, berdasarkan lembaga survei yang sama, pada Oktober 2017 sebesar 56,7 persen banding 31,9 persen dan pada bulan Desember 2017 sebesar 62,9 persen untuk Jokowi berbanding 27,3 persen untuk Prabowo.

Sementara, survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis awal Januari memiliki hasil berbeda, yaitu 41,20 persen atau hampir mayoritas responden memilih calon presiden selain Jokowi pada Pilpres 2019

CNN Indonesia

 

LEAVE A REPLY