Fadli Persilakan Rakyat Tafsirkan Poros Mekah vs Beijing

0
72
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen

Nawacita.co — Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai sebutan Poros Mekah melawan Poros Beijing sekadar istilah belaka. Ia pun meminta agar istilah itu ditafsirkan oleh masing-masing.

“Itu, kan, istilah ya, tapi menurut saya yang namanya keumatan itu semua umat juga. Kita, kan, umat beragama, kecuali PKI, lah, enggak mengakui agama,” cetus Fadli di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (17/6).

Fadli lantas mempersilakan setiap pihak menerjemahkan maksud dari istilah yang pertama kali diucapkan oleh Sekjen Sekretariat Bersama (Sekber) Muhammad Idrus.

“Ya, silakan tafsirkan sendiri, lah,” ujarnya.

Rizal Ramli yang juga hadir di tempat yang sama dengan Fadli, menilai Indonesia terlalu condong ke Beijing. Padahal sejak masa kemerdekaan, Rizal memandang Indonesia selalu netral di antara aktor-aktor politik internasional yang dominan.

“Waktu itu Bung Karno tidak ikut blok komunis, tidak ikut blok Amerika. Kita di tengah. Hari ini kita dianggap, karena pertimbangan pragmatis, pertimbangan proyek, dianggap terlalu dekat dengan Beijing,” ujar Rizal.

Fadli mengamini pernyataan Rizal tersebut. Ia mengatakan bahwa negara ini terlalu dekat dengan negara tertentu tapi manfaatnya tidak sebanding dengan kedekatan itu.

Istilah poros Mekah dan poros Beijing pertama kali dilontarkan oleh Muhamad Idrus setelah bertemu dengan Rizieq Shihab di Mekah, Arab Saudi.

Poros pertama ia lekatkan kepada poros keumatan yang dihuni oleh Gerindra, PKS, dan PAN. Sementara poros Beijing dikaitkan ke pemerintah dan partai pendukungnya yang dianggap dekat dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan proyek besarnya, One Belt One Road

Cnn

LEAVE A REPLY