Es Kepal Cokelat Bawa Cuan hingga Rp34 Juta

0
27
Ilustrasi
Ilustrasi

Nawacita – Demam Es Kepal Cokelat yang tengah mengandrungi masyarakat Indonesia rupanya bisa mendatangkan cuan besar hingga Rp34 juta per hari. Padahal minuman tersebut hanya dijual mulai dari Rp15 ribu per mangkuk.

Dirga Fabio, penjual Es Kepal Cokelat Viral di kawasan Tebet, Jakarta Selatan mengatakan, perkembangan tren minuman ini memang sangat cepat membuat bisnis ini meraup untung tinggi. Karakteristik masyarakat Indonesia yang doyan ‘nyemil’ hingga tren sosial media menjadi faktor keuntungan yang tinggi pada bisnis ini.

“Jelas karena orang Indonesia suka mencoba hal-hal baru, khususnya yang viral di sosial media. Makanya cepat orang yang tahu kalau ada minuman ini. Apalagi daya tarik susu coklat sepertinya memang disukai banyak kalangan dari anak-anak hingga orang dewasa,” ujar Fabio, kemarin.

Fabio bilang, bisnis Es Kepal Cokelat Viral ini pertama kali dijajakannya ke pasar Indonesia pada akhir Maret lalu. Pada awal kemunculannya, ia bisa menjual Es Kepal Cokelat sekitar 100-200 bungkus sehari. Padahal, tempat pemasaran yang dipilih, menurutnya, relatif tidak di tempat yang dekat dengan masyarakat, misalnya pusat perbelanjaan (mall).


Bahkan, kedai yang ditempatinya cukup sederhana, hanya satu buah meja di pinggir jalan dengan beberapa tempat duduk bagi pembeli yang ingin minum di tempat. Sedangkan harga yang ditawarkan sebesar Rp15-20 ribu per bungkus.

Namun, maraknya penggunaan sosial media rupanya berhasil meningkatkan penjualannya hingga berkali-kali lipat. “Begitu minuman ini diliput oleh food blogger dan di-posting oleh banyak konsumen, langsung viral kemana-mana dan semakin banyak peminatnya. Padahal kami tidak promosi abis-abisan di sosial media,” katanya.

Ia bilang, Es Kepal Cokelat Viral langsung membeludak peminatnya hanya sekitar dua minggu sejak pertama kali dijajakan ke konsumen. Selain itu, pamor Es Kepal Milo kian melejit lantaran toko bekerja sama dengan salah satu perusahaan jasa antar makanan (food delivery), yaitu dengan PT Gojek Indonesia melalui layanan Go-Food.

Sejak saat itu, keuntungan dari penjualan minuman ini langsung meroket. Dari sebelumnya hanya menjual 100-200 bungkus per hari, kini ia bisa menjual hingga 1.700 bungkus per hari. “Keuntungannya bisa sampai Rp34 juta per hari,” ucapnya.

Dengan permintaan yang meningkat tajam, Fabio bilang, kini kedai membutuhkan setidaknya lima orang pelayan dalam sehari. Padahal saat pertama kali berjualan, kedai hanya mempekerjakan dua pelayan saja. “Begitu pula dengan tempatnya, kami perluas sedikit, mesin es serutnya juga ditambah dan kami beri satu tempat khusus yang hanya untuk melayani delivery,” tuturnya.

Meski tak sebesar keuntungan Es Kepal Cokelat Viral, Dede Andito, penjual Es Kepal Cokelat Lezat di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan rupanya juga mendapat keuntungan besar dari demam minuman kekinian itu.

Ia bilang, kedainya bisa menjual hingga 50 bungkus Es Kepal Cokelat per hari, yang dijual dengan harga Rp10 ribu per bungkus. Padahal, bisnis ini baru digarapnya sejak tiga minggu terakhir. “Jadi sehari bisa Rp5 juta. Pernah saat ada pesanan banyak, pendapatan sampai Rp6 juta sehari,” pungkasnya.

cnnindonesia

 

LEAVE A REPLY