Enam Jalur Rawan Macet di Sleman DIY

0
33
Malioboro
Malioboro

Nawacita – Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman telah memetakan jalur rawan terjadi kemacetan lalu lintas selama masa mudik dan libur Lebaran 2018. Jumlahnya ada enam titik.

“Ada enam titik jalur yang rawan macet menjelang puncak arus mudik dan libur Lebaran nanti,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Mardiyana kepada wartawan, Senin (11/6/2018).

Enam jalur itu yakni simpang empat Tempel, jalan Magelang sisi utara fly over Jombor, jalan Wates km 5 Pasar Gamping, jalan ringroad utara simpang empat Kentungan, simpang tiga Maguwoharjo dan simpang tiga Bandara Adisutjipto, serta jalur kawasan Candi Prambanan.

“Di depan (Amplaz) Ambarrukmo Plaza juga rawan macet, perlu diantisipasi. Kita siapkan skema rekayasa lalu lintas sesuai kebutuhan di lapangan jika terjadi kepadatan kendaraan yang melintas. Nanti akan ada arahan dari petugas gabungan di lapangan dan rambu-rambu,” jelasnya.

Sementara pantauan di Jalan Laksda Adisutjipto di depan Amplaz pukul 15.00 WIB, belum tampak peningkatan volume kendaraan yang signifikan.

“Masih stabil lalu lintasnya, biasanya ramai karena berkunjung ke mall, masuk kota, pusat belanja. Ini salah satu jalur masuk Kota Yogya,” kata Perwira Pos Pam Amplaz, Ipda Muhari.

Peningkatan volume kendaraan mulai terasa di Ringroad utara. Pantauan Pos Pam Monjali Jalan Ringroad Utara Sleman, kepadatan lalu lintas pagi hingga menjelang sore ini meningkat sekitar 25 persen dibandingkan hari kemarin.

“Didominasi kendaraan pribadi pelat luar daerah masuk ke wilayah DIY melewati ringroad utara. Kita imbau jika lelah silakan berhenti di rest area atau Pos Pam, bisa istirahat juga untuk menekan lakalantas,” kata Perwira Pos Pam Monjali, Ipda Giri Sutopo.

Dalam mudik Lebaran ini, Jasa Raharja juga bersiap jika terjadi kecelakaan lalu lintas terutama pemberian santunan bagi korban. Selain itu, Jasa Raharja juga memberikan bingkisan ransum kepada petugas jaga Pos Pam di Yogya dan Sleman, serta bantuan rompi scootlight, traffic dan stick cone, senter polisi, dan barikade.

“Jika ada korban meninggal dunia, diberi santunan Rp 50 juta kepada ahli warisnya, cacat tetap juga sama maksimalnya dihitung sesuai persentase, dan biaya perawatan luka-luka maksimal Rp 20 juta,” kata Kepala Jasa Raharja Cabang Jogja, RM Wahyu Widodo, di Pos Pam Amplaz.

dtk

 

LEAVE A REPLY