Dirut Anak Usaha Pertamina Angkat Bicara Soal Sahamnya Anjlok

0
28
Bursa Efek Indonesia.
Bursa Efek Indonesia.

Jakarta, Nawacita – PT Asuransi Tugu Pratama Tbk (TUGU) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal. Sayangnya saham dari anak usaha PT Pertamina (Persero) ini saat dicatatkan langsung anjlok.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir selaku penjamin emisi Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) Asuransi Tugu Pratama menilai, pelemahan saham TUGU lebih dikarenakan belum likuid. Sehingga ketika ada transaksi sekecil apapun akan banyak mempengaruhi pergerakan saham.

“Kalau belum likuid ada sedikit yang beli atau jual pasti perubahannya akan kelihatan sekali. Selain likuid musti dicek juga perusahaan asuransi yang tbk berapa banyak yang sizable. Harus dicek apple to apple. Saya rasa asuransi masih growing. Jadi likuidity pasti masih berkembang,” tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Direktur Utama Asuransi Tugu Pratama Indonesia juga mengaku tidak kecewa dengan pergerakan saham perusahaannya saat listing pertama kali. Sebab diyakin fundamental keuangan TUGU masih cukup baik.

“Saya kira itu mekanisme pasar saja. Refleksi pasat sekarang begitu. Tapi kami tidak khawtir, kami yakin bahwa TUGU merupakan perusahaan asuransi yang punya fundamental baik. Ke depan kami punya waktu untuk membuktikan kepada investor saya rasa akan lebih baik,” tuturnya.

Hingga bulan April 2018, Asuransi Tugu Pratama Indonesia tercatat meraih laba bersih sebesar US$ 9,4 juta dolar AS, naik 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Saat dicatatkan pertama kali, saham berkode TUGU ini justru turun 50 poin atau 1,3 % ke posisi Rp 3.800 dan harga penawaran di level Rp 3.850.

Di level itu, saham TUGU ditransaksikan sebanyak 37 kali dari 1.230 lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp 472 juta. Beberapa detik kemudian saham TUGU kembali turun 150 poin atau 3,9% ke posisi Rp 3.700 per saham.

dtk

LEAVE A REPLY