Bunga Utang Lebih Tinggi dari Deposito

0
43
Ilustrasi Mata Uang Rupiah
Ilustrasi Mata Uang Rupiah
Jakarta, Nawacita – Kementerian Keuangan siap mengakomodir penjualan Surat Utang Negara (SUN) kepada investor ritel melalui sistem elektronik atau e-SBN. Ini merupakan pertama kalinya pemerintah menawarkan surat utang melalui online.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mengatakan rencananya pada 14 Mei nanti pemerintah mulai memasarkan SBN ritel online seri SBR003 dengan tenor dua tahun dan minimal pemesanan Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar.
“Perbedaannya dengan SBR002 yang minimal pemesanannya Rp 5 juta, SBR003 minimal pemesanannya Rp 1 juta. Maksimal pemesanan SBR003 ini Rp 3 miliar,” kata Luky di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/4).
Sementara itu, acuan untuk imbal hasil atau yield adalah berdasarkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7Days Repo Rate) ditambah spread. Pada SBR002 sebelumnya, acuan yield adalah LPS ditambah spread.
Luky memastikan, yield SBN ritel tersebut akan berada di atas yield deposito. Berdasarkan data Bank BUMN, rata-rata bank pelat merah mematok suku bunga deposito sekitar 5,5%.
“Kami akan lihat berapa di market, at least sebagai acuan. Kami juga minta masukan Mitra Distribusi (Midis) kami sehingga kami tawarkan rate tertentu,” katanya.
Sementara itu, Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan, Loto Srinaita Ginting, menjelaskan target indikatif sementaranya dari penerbitan SBR003 adalah Rp 1 triliun. Namun, apabila animo masyarakat tinggi, pemerintah mengharapkan lebih besar lagi.
Menurut Loto, sejak SBN ritel diterbitkan, pemerintah berjanji bahwa yield yang ditawarkan akan lebih tinggi dari bunga deposito BUMN. “Kami jamin di atas tingkat bunga deposito BUMN,” tambahnya.
kumparan

LEAVE A REPLY