BNI: Penyaluran KUR Rp 6,75 Triliun untuk Sektor Produktif

0
114
Bank Negara Indonesia
Bank Negara Indonesia
Jakarta, Nawacita – PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk menargetkan bisa menyalurkan sekitar Rp 6,75 triliun untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor produktif. Jumlah tersebut bagian dari alokasi KUR BNI yang berasal dari pemerintah sebesar Rp 13,5 triliun pada 2018.
Menurut Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto, target penyaluran KUR untuk sektor produktif ini bisa sejalan dengan keinginan pemerintah. Salah satu caranya dengan menggandeng beberapa mitra seperti Go-Pay untuk menyalurkan kredit bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Kerja sama ini bisa mendukung mencapai target realisasi penyaluran KUR ke sektor produksi minimal harus 50% dari target KUR yang diberikan pemerintah kepada BNI sebesar Rp. 13,5 triliun,” kata Catur dalam konferensi pers kerja sama antara BNI dan Go-Pay di Pasaraya Blok M, Jakarta, Selasa (13/3).
Dalam kesempatan yang sama, GM Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setiaatmojo mengatakan, selain kerja sama dengan Go-Pay, BNI juga akan menggandeng mitra lainnya menggenjot penyalur KUR tahun ini. Adapun UMKM yang akan dibidik BNI antara lain bidang kuliner dan fesyen.
“Sekarang sudah mulai dengan Go-Pay. Kami menjembatani produsen dengan konsumen, jadi kerja sama juga dengan semacam Go-Pay, menjual hasil produksi kepada end user,” ujarnya.
Dalam kerja sama tersebut, para pelaku UMKM yang menjadi mitra gofood nantinya bisa mengakses KUR mikro dari BNI, dengan plafon kredit maksimal Rp 25 juta. Adapun bunganya sebesar 7% per tahun.
Saat ini Go-Jek memilik sekitar 125.000 mitra gofood, sedangkan untuk porsi UMKM sekitar 80%. Adanya kerja sama ini diharapkan bisa memberikan kemudahan akses kredit kepada para pelaku UMKM.
kumparan

LEAVE A REPLY