Biaya Kartu GPN Lebih Murah Rp1.000 dari Visa dan Mastercard

0
50
Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, Nawacita – Biaya administrasi bulanan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM)/debet berlogo Garuda Merah Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) lebih murah dibandingkan kartu berlogo prinsipal internasional seperti Visa dan Mastercard.

“Biaya administrasi kartu (berlogo GPN) lebih rendah dibanding kartu berlogo (prinsipal) internasional,” ujar Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi dalam acara Penerbitan Kartu Mandiri Debit Berlogo Nasional Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Plaza Mandiri Jakarta, Senin (9/4).

Saat ini, biaya administrasi kartu ATM/debit berlogo prinsipal internasional perseroan berkisar Rp2.500 hingga Rp8.500 per bulan. Sementara itu, biaya administrasi kartu berlogo prinsipal GPN lebih murah Rp1.000 per bulan.

Hery meyakini sinergi sistem pembayaran GPN bakal berdampak positif pada inklusi keuangan dan menciptakan gerakan nontunai atau cashless society di Indonesia.

Setelah diluncurkan, kartu ATM/debit berlogo GPN akan menjadi kartu utama yang ditawarkan kepada nasabah untuk transaksi domestik.

“Penggantian akan dilakukan secara simultan dan target penerbitan (kartu berlogo GPN) tahun ini saya perkirakan 4 juta kartu,” ujarnya.

Senada dengan Heri, Direktur PT Bank Central Asia Tbk Santoso mengungkapkan biaya administrasi bulanan kartu ATM/debit berlogo GPN bakal lebih murah Rp1.000 per bulan atau Rp12.000 per tahun.

“Kalau kartu (kartu ATM/debit berlogo GPN) domestik digunakan untuk transaksi domestik. Sementara yang lama bisa domestik dan international. Jadi itu pilihan nasabah,” ujar Santoso.

Santoso menyebutkan jumlah kartu ATM/debit BCA yang beredar mencapai 15 juta keping. Besaran biaya administrasi bulanan ditetapkan sesuai jenis kartu. Berdasarkan situs resmi perusahaan, besaran biaya administrasi kartu ATM/debit BCA untuk jenis tabungan Tahapan berkisar Rp15.000 hingga Rp20.000 per bulan.

Santoso mengungkapkan perusahaan telah melakukan uji coba penggunaan kartu ATM/debit berlogo GPN secara internal. Uji coba dilakukan terhadap kurang dari 50 keping kartu dan sejauh ini, lanjut Santoso, perusahaan tidak menemukan kendala.

“(Kartu ATM/debit BCA berlogo GPN) akhir bulan April sudah siap (beredar) mulai Jabotabek dan akan ke semua cabang di Indonesia. Perkiraan kami pada akhir Mei, (kartu ATM/debit BCA berlogo GPN) akan tersedia di seluruh Cabang,” ujar Santoso.

Untuk tahap awal, perusahaan menyiapkan 100 ribu keping kartu dan bisa meningkat sesuai permintaan nasabah.

“Semua kartu berbasis chip karena ke depan kartu BCA tidak ada yang nonchip, mungkin khusus kartu laku pandai tetap pita magnetik,” ujarnya.

Sebagai informasi, BI menerbitkan peraturan terkait GPN pada tahun lalu melalui PBI nomor 19/8/PBI/2017 sebagai dasar untuk menciptakan integritas sistem pembayaran nasional yang efisien.

Berdasarkan data BI, per Februari 2018, jumlah kartu ATM/debit yang beredar mencapai 170,03 juta keping atau tumbuh 22,5 persen dibandingkan posisi yang sama tahun lalu, 138,79 juta keping.

Adapun selama periode Januari-Februari, volume transaksi kartu ATM/debit mencapai 968,64 juta transaksi dengan akumulasi nilai total mencapai Rp1.033,51 triliun. Baik volume maupun nilai transaksi melejit dibandingkan periode yang sama tahun lalu di mana volume transaksi hanya mencapai 846,07 juta transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp920,46 triliun.

cnnidn

LEAVE A REPLY