BI Jelaskan Alasan Tak Ikut Naikkan Suku Bunga Seperti The Fed

0
76
Bank Indonesia Tak Ikut Naikkan Suku Bunga
Bank Indonesia Tak Ikut Naikkan Suku Bunga
Jakarta, Nawacita – Keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) untuk meningkatkan suku bunga acuan pada pertemuan dewan gubernur mereka, dua pekan lalu tidak membuat Bank Indonesia berencana untuk mengikuti langkah serupa. Saat ini, suku bunga acuan AS telah meningkat dari 0,25% menjadi 1,5%-1,75%.
Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, keputusan menahan suku bunga acuan atau 7 Days Reserve Repo Rate didasari sejumlah pertimbangan. Di antaranya karena inflasi Indonesia yang masih terjaga dalam 3 tahun terakhir yakni di range 3%-3,6%. Selain inflasi, faktor lainnya adalah defisit transaksi berjalan (CAD) yang terjaga.
“Karena kita bisa menjaga makro ekonomi dengan baik. Sehingga kalau suku bunga di luar naik, bukan berarti BI menaikkan suku bunga juga,” katanya di Gedung BI, Jakarta, Senin (2/4).
Bahkan, dalam dua tahun terakhir, BI malah menurunkan suku bunga acuan hingga 200 basis poin (bsp). Padahal, The Fed telah menaikkan suku bunga sampai lima kali di periode yang sama.
Selain itu, beberapa negara diprediksi akan ikut menaikkan suku bunga acuannya tahun ini. Negara-negara ini sebagian besar merupakan negara maju seperti Inggris, Kanada, dan Australia.
Ia juga memperkirakan di tahun 2018 ini akan lebih banyak lagi negara yang menaikkan suku bunga, dibandingkan tahun 2017.
“Selain Amerika, Korea dan Inggris mungkin akan menaikkan suku bunga sekali lagi. Kanada kami perkirakan akan naik lagi di April ini. Kemudian Australia juga sudah naik dan mungkin akan naik lagi tahun ini,” jelasnya.
Untuk itu, suku bunga Indonesia yang telah diturunkan beberapa kali dan belum akan dinaikkan ini, harusnya dimanfaatkan perbankan untuk memangkas suku bunga kreditnya juga. Sehingga, pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai dua digit.
kumparan

LEAVE A REPLY