Bensin di Kios Pertamax Dibatasi 20 Liter

0
32
Pertamina
Pertamina

Nawacita – PT Pertamina (Persero) membatasi penjualan bahan bakar minyak (BBM) di KiosK Pertamax. Layanan KiosK Pertamax sendiri terdapat BBM kemasan, motor pembawa BBM kemasan dan mobile dispenser atau tangki BBM yang bisa langsung melayani konsumen.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan harga BBM di KiosK Pertamax, motor kemasan, dan mobile dispencer sama dengan harga BBM di SPBU. Untuk Pertamax di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur Harga Pertamax Rp 8.900/liter, Pertamina Dex di Jawa Barat Rp 10.100/liter, sedangkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur Rp 10.150/liter.

Dia bilang, Pertamina membatasi jumlah pembelian BBM di KiosK Pertamax untuk meminimalisir antrean.

“Penjualan BBM di KiosK Pertamax sifatnya sebagai pengisian sementara dan darurat untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya ke SPBU, karena itu pembeliannya diatur antara 10-20 liter per kendaraan, untuk meminimalisir antrian,” kata Adiatma dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Pertamina mengimbau kepada masyarakat untuk tak mengisi BBM kendaraannya hanya ketika tangki hampir habis. Upaya itu agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan tol saat mudik.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh pemudik untuk mengisi BBM full tank di SPBU wilayah keberangkatan, kemudian segera mengisi jika kondisi tangki sudah terpakai setengah,” kata Adiatma.

Selama masa Ramadan dan Idul Fitri, Pertamina menyiagakan sarana dan fasilitas pendukung penjualan BBM dengan mendirikan 63 KiosK Pertamax, menyiapkan 200 motor pembawa BBM kemasan, serta 19 unit mobile dispencer.

Sarana dan fasilitas tersebut paling banyak disebar di Pulau Jawa, sebagai konsentrasi pemudik. Hingga (9/6) di wilayah Jawa Tengah telah melayani 10.343 kendaraan.

“Selama satgas mudik dari tanggal 8 hingga 9 Juni, penjualan layanan BBM baik di KiosK Pertamax, Motor Kemasan dan mobile dispencer di Sumatera dan Jawa sekitar 105 ribu liter, yang didominasi oleh pembelian Pertamax sebanyak 93 persen,” jelas Adiatma.

dtk

 

 

LEAVE A REPLY