Agus Martowardojo Paparkan Kinerja Selama Lima Tahun

0
52
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo

Nawacita – Hari ini Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyambangi Komisi XI DPR RI. Kedatangannya sebagai agenda rapat memaparkan pencapaian kinerja BI periode 2013-2018.

Dengan setelan jas hitam, Agus tiba di Gedung DPR pada pukul 10.05 WIB. Tak sendiri, dirinya juga didampingi Deputi Gubernur BI yakni Mirza Adityaswara, Dody Budi Waluyo, Rosmaya Hadi, Erwin Rijanto dan Sugeng.

Selain itu, sejumlah pejabat Bank Sentral lainnya juga hadir seperti Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi, Direktur Eksekutif Pengelolaan Moneter Nanang Hendarsah, Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Yoga Affandi, Asisten Gubernur BI Filianingsih Hendarta, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman.

Rapat kerja ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua Komis XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir. Rapat dimulai pukul 11.05 dengan dihadiri 18 anggota dari 8 fraksi yang berlangsung di ruang rapat Komisi XI DPR RI.

“Agenda kita pagi penyampaian laporan pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur BI 2013-2018, masa jabatan gubernur 2013-2018 akan berakhir pada 24 Mei 2018. Maka pada kesempatan pagi ini meminta Gubernur BI untuk sampaikan laporan kinerja selama 5 tahun masa jabatan. Sebagai akuntabilitas dan transparansi atas pelaksanaan tugas dan wewenang BI,” ujar Hafisz membuka rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Dalam rapat kerja yang terakhir dengan Agus Marto ini, DPR meminta penjelasan dari Gubernur BI mengenai pelemahan pelemahan Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sudah melampaui Rp14.000 per USD. Pasalnya, BI memiliki tugas untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

“Komisi ingin tahu langkah-langkah yang dilakukan BI dan yang akan dilakukan BI dalam menjaga nilai tukar tersebut. Komisi XI juga ingin memperoleh informasi mengenai kebijakan-kebijakan yang diambil dalam bidang ekonomi moneter dan sistem pembayaran. Dipersilakan Gubernur BI untuk memaparkan dan menjelaskannya,” ucap dia.

Agus pun memulai pemaparannya dengan menyatakan pemilihannya sebagai Gubernur BI terjadi pada 26 Maret 2013 yang disetujui oleh Komisi XI, kemudian disahkan pada rapat Paripurna DPR pada 2 April 2013. Adapun sumpah jabatan dilakukan di Mahkamah Agung pada 24 Mei 2013.

“Perjalanan tugas kita pada 2013 diawali perekonomian yang cukup sulit, hanya berselang 2 hari setelahnya, Bank Sentral AS, The Fed beri sinyal akan kurangi stimulus moneter. Dari tahun 2009-2013 memberi kebijakan moneter longgar sehingga tingkat bunga 0%-0,25% selama lebih 7 tahun. Kemudian akan dilakukan tapertantrum. Sejak Mei -Agustus 2013 aliran modal asing terus keluar,” ujar Agus memulai pemaparan.

oke

 

LEAVE A REPLY