#2019GantiPresiden di Debat Cagub Jabar, Bawaslu: KPU Kecolongan

0
58

Jakarta, Nawacita – Debat Pilgub Jawa Barat 2018 jadi sorotan karena Ahmad Syaikhu membentangkan kaus #2019GantiPresiden. Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin menilai dalam kasus ini KPU kecolongan.

“Itu yang juga saya pertanyakan kenapa sampai ada yang bisa membawa kaus (#2019GantiPresiden-red), ini kan semuanya harus bisa menjaga suasana. Saya kok merasa ini panitia atau KPU-nya kecolongan,” ujar Afif, di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).

Afif mengatakan, aturan dalam debat pasangan pilkada sudah jelas. Salah satunya yaitu ikut menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak melakukan provokasi dalam bentuk apapun.

“Semua proses debat kan ada aturannya, termasuk di antaranya tidak melakukan ujaran yang membat situasi menjadi tidak kondusif. Terutama ujaran-ujaran yang membuat adu domba dan provokasi, tapi ini (adanya kaus) membuat kita kaget,” kata Afif.

Menurutnya, Bawaslu akan memastikan apakah kesepakatan aturan dalam debat telah disampaikan kepada masing-masing calon. Bila tidak disampaikan maka akan menjadi pertimbangan. Sedangkan bila aturan telah disampaikan, akan dilakukan pemanggilan terhadap paslon dan timses.

“Kita harus pastikan, kesepakatan-kesepakatan ini sudah disampaikan atau belum. Karena setahu saya sebelum debat itu ada kesepakatan, kita kan jadi ingin tahu, jangan-jangan kesepakatan soal itu (kaus) tidak disampaikan, kalau itu tidak disampaikan, tentu ada temuan lain dipertimbangkan,” ujar Afif.

“Tapi kalau sudah disampaikan, tentu lebih jauh kealpaan dari paslon dan timses menjadi yang juga kita periksa. Karena kan materi soal menjadi rahasia dari semua pihak untuk tidak dibocorkan. Biasanya ini menjadi aturan yang sangat kaku, karena terkait dengan hak masing-masing calon untuk diperlakukan sama oleh penyelenggara,” sambungnya.

Menurutnya acara yang difasilitasi oleh KPU dapat berjalan dengan netral dan tidak menimbulkan kegaduhan. “Di forum KPU yang harusnya menjaga agar proses itu berjalan di tengah netral dan tidak menimbulkan sesuatu kegaduhan malah terjadi di forum yang difasilitasi KPU,” tuturnya.

Sebelumnya, Debat Cagub Jabar putaran kedua berlangsung rusuh dan hampir bubar. Hal ini dipicu saat pasangan nomor tiga Sudrajat-Syaikhu menyampaikan kata penutup. Syaikhu memamerkan kaus putih dengan tulisan #2019GantiPresiden.

“Pilih nomor tiga Asyik (Sudrajat-Syaikhu). Kalau Asyik menang, Insya Allah 2019 mengganti presiden,” ucap Sudrajat saat memberikan closing statement dalam debat cagub (14/5).

Sesaat setelah Sudrajat mengucapkan hal itu, Syaikhu langsung mengeluarkan kaus putih, kaus tersebut terlihat bertuliskan ‘2018 Asyik, #2019GantiPresiden’. Sesaat setelah itu, suasana di gedung tampak gaduh. Para calon pendukung yang pro dan kontra terlihat saling bersahutan.

dtk

LEAVE A REPLY