Bupati Larang Salon Dikelola LGBT, Setelah Wajibkan Pramugari Berjilbab

0
50
Bupati Aceh Besar Mawardi Ali (pojok kanan).
Bupati Aceh Besar Mawardi Ali (pojok kanan).

Aceh, Nawacita – Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengeluarkan instruksi yang berisi tentang penertiban perizinan salon yang dikelola kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Surat yang berisi beberapa poin itu intinya berisi intruksi mencabut izin salon yang dikelola mereka jika bertentangan dengan syariat Islam.

Dalam surat yang beredar, intruksi dengan nomor 1 tahun 2018 itu berisi beberapa poin penting. Pada bagian atas tertulis tentang ‘penertiban perizinan terhadap usaha pangkas/salon/ rumah kecantikan yang dikelola dan didami oleh kelompok LGBT dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar’.

Surat ini ditujukan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh Besar, Kepala Satpol PP dan WH Aceh Besar, Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Besar dan para camat dalam wilayah Aceh Besar. Pada poin terdalam dalam surat berisi tentang instruksi mencabut izin yang dikelola kelompok LGBT jika melanggar aturan.

“Mencabut izin usaha pangkas/salon/rumah kecantikan yang telah diterbitkan jika ternyata terbukti melanggar aturan yang berlaku,” isi poin pertama.

Sementara pada poin keempat, para camat diminta untuk mengawasi usaha pangkas dan salon yang dikelola LGBT. “Para camat dalam Kabupaten Aceh Besar melakukan monitoring terhadap kegiatan usaha pangkas/salon/rumah kecantikan dan menyampaikan laporan hasil monitoring kepada bupati melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Besar.”

Bupati Mawardi, mengatakan, penertiban ini sengaja dilakukan untuk menjaga wilayah Aceh Besar dari kelompok LGBT. Selain itu, juga agar di wilayah tersebut tidak ada perilaku menyimpang yang bertentangan dengan syariat Islam.

“Kita lakukan penertiban ini untuk menjaga Aceh Besar dari maksiat,” kata Mawardi kepada wartawan.

Menurutnya, surat edaran tersebut sudah disebar kesemua pihak untuk ditindaklanjuti. Proses penertiban dan pengawasan terhadap salon dan rumah kecantikan yang dikelola LGBT akan dilakukan.

“Saat ini kita masih menunggu hasil pendataan jumlah salon di Aceh Besar. Pendataan dilakukan camat,” jelas Mawardi.

dtk

LEAVE A REPLY