Bandara Ahmad Yani Rampungkan Topping Off

0
36
Menteri BUMN, Rini M Soemarno
Menteri BUMN, Rini M Soemarno

Semarang, NawacitaMenteri BUMN, Rini M Soemarno menjelaskan pemerintah telah menetapkan pengembangan bandar udara sebagai proyek prioritas nasional untuk mendukung konektivitas udara.

“Saya berharap proyek ini bisa selesai tepat waktu dan pada akhirnya bisa digunakan oleh masyarakat,” kata Rini saat acara Penutupan Atap Terminal Baru (Topping Off) yang berlangsung di lokasi Bandara Udara Ahmad Yani, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/2/2018) seperti mengutip laman resmi Kementeruan BUMN.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu pendukung percepatan konektivitas udara dan pertumbuhan ekonomi. Dalam acara tersebut Rini M. Soemarno didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, Direktur PT Waskita Karya (Persero) Tbk Adi Wibowo, Direksi HIMBARA (Himpunan Bank Negara), dan sejumlah pejabat lainnya.

“Saya ucapkan selamat, penutupan Atap Terminal Baru sudah bisa dilaksanakan yang menunjukkan bahwa tahap demi tahap proyek strategis ini bisa terselesaikan,” kata Menteri Rini.

Pengembangan Proyek Bandara Ahmad Yani-Semarang secara keseluruhan dibagi dalam empat paket dan melibatkan empat BUMN Karya sebagai kontraktor proyek yaitu PT Hutama Karya (Persero) PT Nindya Karya melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) yang mengerjakan Paket I yaitu pembangunan jalan akses sepanjang 1,4 km, stabilisasi lahan menggunakan PVD, pelebaran jalan untuk toll gate dan pekerja abutment. Sedangkan, PT PP (Persero) Tbk mengerjakan Paket II berupa pembangunan apron seulas 72.522 m2 dan pembangunan 2 buah Exit Taxiway.

Sementara Paket III dijalankan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk pembangunan terminal seluas 58.652 m2, bangunan Chiller, power house. Sedangkan, PT Brantas Abipraya (Persero) PT Jaya Konstruksi MP Tbk (KSO) melakukan pembangunan gedung, katering, apron service, EMPU, cargo, masjid, gedung terpadu, gedung serbaguna, gedung Angkasa Pura, gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), dan pekerjaan pengerukan lahan.

Terminal baru Bandara Ahmad Yani ditargetkan beroperasi dengan syarat minimum pada Mei 2018 sehingga sudah dapat melayani penumpang pada masa mudik dan libur Lebaran Juni mendatang. Syarat minimum tersebut antara lain terminal penumpang, gedung parkir satu lantai, terminal kargo, masjid, gedung (PKP-PK). Pengoperasian penuh Bandara Ahmad Yani ditargetkan dapat dilakukan pada awal tahun 2019.
Menteri Rini juga menegaskan pentingnya peran BUMN sebagai agen pembangunan dan perpanjangan tangan pemerintah untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas di Indonesia.

Lebih lanjut, Rini mengungkapkan, pengembangan dan perluasan Bandara Udara Ahmad Yani merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam mendorong konektivitas udara dan pertumbuhan ekonomi di Semarang. Pengembangan bandara merupakan wujud dari komitmen pemerintah dalam mengakomodasi tingginya mobilitas penduduk dan kebutuhan akan sarana dan infrastruktur udara yang memadai.

“Sinergi BUMN berkontribusi supaya proyek-proyek strategis pemerintah bisa diselesaikan tepat waktu dan bisa dengan cepat melayani kebutuhan masyarakat. Saya berikan apresiasi bagi Angkasa Pura I dan BUMN-BUMN Karya yang terlibat dalam pengembangan bandara ini. Saya terus mendorong agar setelah tahapan ini selesai, pekerjaan dari proyek ini bisa segera selesai dan bisa beroperasi sesuai yang ditargetkan,” tegas Rini.

inilh

LEAVE A REPLY