Proyek Bendungan Ciawi-Sukamahi Terbentur Pembebasan Lahan

0
36

Jakarta, Nawacita – Pemerintah mengejar pengerjaan pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Kabupaten Bogor untuk mengatasi banjir DKI Jakarta. Namun, proyek ini masih terbentur pembebasan lahan.

“BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane) itu sudah kontrak, mudah-mudahan selesai akhir 2019, dengan catatan pembebasan lahan bisa terbayarkan. Ini tugas siapa? Kementerian Keuangan. Hingga kini serupiah pun belum diberikan,” ujar Kepala BBWS Jarot Widyoko di kantornya, Jl Inspeksi Saluran Tarum Barat, Jakarta Timur, Jumat (9/2/2018).

Terkait kontrak ini, BBWSCC menggandeng beberapa kontraktor. Untuk pembangunan Bendungan Ciawi kontraktor penggarapnya adalah PT Brantas Abipraya-PT Sac Nusantara KSO dengan nilai pekerjaan konstruksi Rp 757,8 miliar melalui kontrak tahun jamak (multi years).

Sedangkan Bendungan Sukamahi dikerjakan oleh PT Wijaya Karya-PT Basuki Rahmanta Putra KSO dengan nilai kontrak Rp 436,97 miliar. Namun pengerjaan awal proyek ini harus ditalangi oleh pihak kontraktor lebih dulu.

“Kita bangun ini sementara pembebasan lahannya pinjam uang dari rekanan. Kita baru bisa bebaskan jalan akses dan untuk tubuh bendungan belum. Pembebasan lahan merupakan tugas BPN, untuk pembayarannya oleh LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara),” kata Kasatker Bendungan Agus Safari ditemui di lokasi yang sama.

Namun, dia berharap dana itu bisa segera dikembalikan bulan depan. “Ya sekitar bulan Maret-April lah kira-kira, semoga bisa segera cair untuk mengganti dana talangan,” ujar Agus.

Untuk pembebasan lahan sendiri, dia menyebut dibutuhkan dana sekitar Rp 1 triliun. Belum lagi nilai kontrak yang juga membutuhkan dana tak kurang dari Rp 1,1 triliun.

Saat ini progres kedua bendungan tersebut dalam tahap pembebasan lahan dan pembangunan jalan akses. Untuk Bendungan Ciawi talangan yang dikucurkan senilai Rp 139,8 miliar dari Rp 153,9 miliar untuk pembebasan 124 petak bidang 10,97 hektare. Untuk Bendungan Sukamahi, talangannya senilai Rp 80 miliar untuk pembebasan 181 petak bidang 11,34 hektare.

Kedua bendungan tersebut berupa dry dam yang berfungsi menahan debit air yang turun ke Sungai Ciliwung ketika hujan turun. Diklaim, bendungan ini bisa menahan 12 persen debit air.

“Sehingga nanti akan memperkecil debit yang turun. Dry dam mempunyai kapasitas megurangi 12 persen yang masuk di (Pintu Air) Manggarai,” kata Agus.

Dari pembangunan keduanya, akan ada waktu untuk menahan debit air. Untuk Bendungan Ciawi saja, diperkirakan akan bisa menahan volume air hingga 4 jam di Pintu Air Manggarai.

“Banjirnya dikurangi, yang kedua, memperpanjang waktu evakuasi. Ini reduksi dari puncak banjirnya,” kata Jarot.

dtk

LEAVE A REPLY