OSO Lepas Jabatan Wakil Ketua MPR RI, Cari Pengganti Loyal

0
63
Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (kedua kiri) bersama Wakil Ketua I DPD Nono Sampono (kiri) dan Wakil Ketua III DPD Darmayanti Lubis (ketiga kiri). (dok/nawacita)

Jakarta, nawacita – Oesman Sapta Odang (OSO) memutuskan untuk mundur dari posisinya sebagai Wakil Ketua MPR karena ini fokus sebagai Ketua DPD RI. OSO ternyata pernah membocorkan kepada Wakil Ketua DPD Darmayanti Lubis soal kriteria penggantinya di MPR.

Darmayanti mengaku belum ada yang ditentukan soal siapa yang akan mengisi jabatan OSO. Mengutip pesan OSO, pengganti OSO disebut harus loyalis DPD.

“Sejauh ini kami pimpinan belum pernah menyinggung siapa dan siapa. Mungkin menunggu juga masukan dari teman-teman. Tadi pun saya ketemu sama Pak OSO, dia bilang ‘saya sudah mundur, bu. Menurut ibu siapa?’, ‘ya belum kelar lah, pak kita bahas’. ‘Tapi orang yang loyal lah ya sama DPD’ kata dia gitu,” kata Darmayanti, Kamis (8/2/2018).

Darmayanti pun menuturkan, pihaknya telah mengusulkan agar disiapkan dua orang untuk mengisi posisi wakil ketua MPR. Mengingat baru saja disepakati penambahan jumlah pimpinan MPR 3 kursi. Namun Baleg dan pemerintah memutuskan tiga tambahan di kursi pimpinan MPR untuk Fraksi PDIP, Gerindra, dan PKB di DPR.

“Saya pikir nanti akan ada mekanismenya ya di tempat kami untuk menentukan satu orang. ‘Kok cuma satu? bukan ada dua saya dengar, pak?’ saya bilang tadi malam. Karena MPR kan nambah jadi tujuh kan? saya bilang, ‘dua lah harusnya DPD kan’,” tuturnya.

Seperti diketahui, Oesman Sapta Odang (OSO) mundur dari kursi Pimpinan MPR. OSO merupakan Wakil Ketua MPR dari unsur DPD.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan MPR akan menunggu putusan DPD untuk menggantikan posisi OSO tersebut.

“Terserah keputusan DPD. DPD silakan melalui plenonya memutuskan siapa yang akan menjadi pimpinan, apakah yang akan jadi pimpinan pengganti Oesman di MPR adalah anggota DPD dan diputuskan oleh mereka atau siapapun atau pimpinan yang merangkap,” kata Hidayat di Gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2).
(yas/elz/dtk)

LEAVE A REPLY