Demi APG 2018, R-Perpres Perlu Ijin Prakarsa

0
34

Jakarta,Nawacita.co -(22/01) – Penyelenggaraan Asian Para Games (APG) III 2018 tidak kalah pentingnya dengan penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018. Sisa 257 hari menuju pembukaan APG III 2018 (6 Oktober 2018) pun dimanfaatkan panitia (INAPGOC) beserta K/L terkait untuk mempersiapkan sebaik-baiknya penyelenggaraannya.

Rapat Persiapan Penyelenggaraan Asian Para Games III Tahun 2018 merupakan salah satu bentuk persiapan penyelenggaraan oleh INAPGOC dan Kementerian/ Lembaga (K/L) terkait. Menurut I Nyoman Shuida, Plt Deputi Bidang Kebudayaan Kemenko PMK, hingga kini tersisa 257 hari menuju pembukaan APG III 2018 (6 Oktober 2018). Dikatakannya, APG III 2018 merupakan kepercayaan dan tanggung jawab besar bagi bangsa Indonesia. Sukses penyelenggaraannya pun harus tercipta.

“Penyelenggaraan APG tidak kalah penting dengan penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018,” sebutnya. Bahkan, APG memerlukan perhatian lebih mengingat banyak hal teknis yang cukup detail untuk disiapkan. Sebagai gambaran, APG akan mempertandingkan 18 cabang olahraga, 576 nomor pertandingan, 3000 atlet, 800 wasit dan juri serta 1000 media.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua INAPGOC (Panitia Pelaksana APG) Raja Sapta Oktohari mengatakan, jika sukses penyelenggaraan Asian Games sudah pasti penyelenggaraan APG juga akan sukses. Meski begitu penyelenggaraan APG sedikit lebih detail mengingat 1000 atlet diantaranya adalah difabel yang menggunakan kursi roda. “Tentu butuh penanganan khusus,” ujarnya. Baginya,penyelenggaraan  APG bukan sekadar  ajang olahraga, lebih dari itu merupakan tugas kemanusiaan.

Pria yang akrab disapa Okto itu mengapresiasi pemerintah yang telah menyetujui penambahan anggaran. Di sisi lain INAPGOC juga mengusulkan agar dalam proses R-Perpres perlu ijin prakarsa. Hal tersebut mengingat waktu yang terbatas.  “Kita dikejar waktu. Karenanya perlu ijin prakarsa dalam R-Perpres,” tegasnya. PS

LEAVE A REPLY