Gus Ipul–Puti, Berkenalan di Mekah Dijodohkan di Menteng

0
32
Gus Ipul-Puti saat daftar di KPU Jatim.
Gus Ipul-Puti saat daftar di KPU Jatim.

Jakarta, Nawacita – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan membuat kejutan di detik-detik akhir menjelang penutupan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. Puti Guntur Soekarno didaulat menjadi calon wakil gubernur mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Cagub Jatim.

Seperti apa cerita di balik pengangkatan perempuan bernama asli Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri sebagai Cawagub Jatim?

Syahdan. Kabar bahwa nama Puti akan disandingkan dengan Gus Ipul sudah santer terdengar sejak Senin, 8 Januari 2018. Seorang elite PDIP yang tak mau disebut namanya mengatakan, nama Puti diminta langsung oleh Gus Ipul. Ada juga saran dari sejumlah kiai di Jawa Timur.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri setuju dengan saran tersebut. Dia pun meminta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk menghubungi Puti yang hari itu tengah ada kegiatan mengajar di Jepang. Selain Hasto, Gus Ipul juga menghubungi putri tunggal Guntur Soekarnoputra itu.

Mendapat telepon dari Hasto dan Ipul, Puti pun lagsung bergegas kembali ke tanah air. Selasa sekitar pukul 16.00, Puti tiba di Jakarta. “Kemudian jam 5, Mbak Puti bertemu Ibu (Mega),” kata elite PDIP itu saat berbincang dengan detikcom, Kamis (11/1/20180.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, terpilihnya Puti sebagai Cawagub Jatim sudah melalui proses yang panjang. Nama Puti diajukan oleh Gus Ipul dan para kiai.

“Terpilihnya Mbak Puti begitu melalui perjalanan yang panjang. Ada masukan dari para kiai dan Gus Ipul, ada perjalanan panjang bangsa ini bahwa dulu Kiai Hasyim Asyari, Bung Karno, Kiai Wahid Hasyim ada Ibu Mega dengan Gus Dur. Artinya perlambang antara NU dan PDIP itu memiliki kedekatan,” kata Hasto saat dihubungi terpisah.

Menurut Hasto keputusan DPP PDIP untuk menjadikan Puti sebagai Cawagub Jatim baru dikeluarkan pada Rabu (10/01/2018) pukul 10.00 WIB. Keputusan diambil setelah malam sebelumnya diberikan arahan oleh DPP dan juga persetujuan dari orang tua Puti, Guntur.

Beberapa jam sebelum PDIP menetapkan Puti sebagai Cawagub Jatim, Gus Ipul menerima dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera. Penyerahan dukungan dilakukan di kantor DPP PKS Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Pertemuan antara Gus Ipul dengan pimpinan PKS berlangsung sekitar satu jam dalam suasana cair. Seorang politikus yang selalu mendampingi Gus Ipul mengatakan surat dukungan dibacakan dengan diakhiri doa dan makan nasi uduk bersama. “Itulah sarapan terpagi (Gus Ipul) dalam sepekan terakhir,” kata dia.

Jarum jam beranjak ke angka 08:10 WIB saat mobil yang dikendarai Gus Ipul meninggalkan kantor DPP PKS. Mobil membelah kemacetan menuju ke arah kantor DPP PDIP di Menteng, Jakarta Pusat. Di sana Gus Ipul akan mendapat kepastian tentang nama Cawagub yang akan mendampinginya.

Tepat di perempatan Taman Suropati, persis di samping rumah dinas Duta Besar Amerika Serikat mendadak mobil belok ke arah kiri seperti menuju Jalan Teuku Umar, kediaman Megawati. Namun di bundaran air mancur jalanan itu, mobil justru berbelok ke kanan.

Mobil berhenti di depan rumah berpagar putih di Jalan Sutan Syahrir No 12 A, Menteng, Jakarta Pusat. Di sini sudah menunggu Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, kolega Hasto bernama Harijadi, dan seorang sahabat dekat Gus Ipul.

Tepat jam 09:17, Puti tiba. Senyum Gus Ipul yang malam sebelumnya hanya tidur 2 jam pun mengembang ceria. Mereka pun larut dalam canda tawa.

Gus Ipul dan Puti larut dalam obrolan masa lalu saat mereka pertama kali dipertemukan di Mekah bersama rombongan Megawati Soekarnoputri pada tahun 1999. “Begitu bayangan masa lalu hadir, obrolan antara dua kawan lama semakin cair. Senyum berkembang menjadi tawa. Saling sahut dan akhirnya saling adu tangan alias toast bersama. Gemuruh tawa meledak. Semua yang jadi saksi kejadian ini, lega dan gembira,” kata seorang politikus yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Tepat pukul 10.00 WIB surat penetapan DPP PDIP tentang duet Gus Ipul-Puti Guntur dikeluarkan. Maka, sahlah keduanya sebagai Cagub dan Cawagub Jatim. Selain PKB dan PDIP sebagai pengusung utama, belakangan ikut bergabung PKS dan Gerindra.

dtk

LEAVE A REPLY