Sandi: Pemprov DKI akan Fasilitasi Kredit Usaha untuk Emak-emak

0
40
Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno.

Jakarta, Nawacita – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut akan ada program pemberian kredit usaha khusus bagi perempuan. Pemberian kredit itu akan bekerja sama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Permodalan Nasional Madani menargetkan skema kredit khusus kepada ibu-ibu. Jadi kredit untuk emak-emak yang jadi pengusaha,” kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/2/2018).

Ia menyebut kredit khusus ibu-ibu itu sudah menyentuh sekitar 70 ribu orang. Sandi pun berencana mengintegrasikan skema kredit dari PNM dengan program OK OCE.

“Kami sudah datangi tempatnya di Johar Baru. Hari ini 60 sampai 70 ribu ibu-ibu dan perempuan pengusaha mandiri yang tersentuh layanan program dan kita akan integrasikan program OK OCE,” ungkapnya.

Terkait bunga pinjaman 13 persen dari Bank DKI ke peserta OK OCE yang disebut terlalu besar oleh anggota DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim. Sandi menyebut pihaknya cuma memfasilitasi akses modal dan tidak mengatur besaran bunga.

“Banyak pengusaha yang selama ini tidak bisa mendapatkan pinjaman baik dari perbankan maupun industri pembiayaan lain karena mereka tidak berani ke bank. Program dan gerakan OK OCE ingin menghasilkan suatu terobosan baru menghadirkan akses permodalan kepada para pengusaha pemula. Nah itu skemanya adalah memfasilitasi,” ujarnya.

Menurut Sandi, selama ini para pengusaha UMKM harus membayar bunga yang lebih besar, yaitu 25-30 persen per bulan. Ia pun menyebut besaran bunga merupakan masalah business to business (b to b).

“Berkaitan dengan suku bunga, itu b to b. Tapi yang dirasakan pengusaha kecil itu alhamdulillah banget. Karena selama ini mereka bisa membayar 25-30 persen per bulan,” ucap Sandi.

Sebelumnya, dalam rapat antara komisi B DPRD DKI Jakarta dengan jajaran Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan, anggota Komisi B Nur Afni Sajim menyinggung bunga pinjaman dari Bank DKI untuk peserta OK OCE. Afni menyayangkan karena bunga dari Bank DKI justru lebih besar dibanding dengan bunga pinjaman salah satu Bank swasta.

“Setelah dilatih, itu pedagang mau diapain? Pinjaman modal dari Bank DKI dengan bunga 13 persen? Lebih murah bunga dari Bank Artha Graha 7 persen,” kata Afni kepada Kepala Dinas UMKM DKI Irwandi di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (9/1) kemarin.

dtk

LEAVE A REPLY