Prabowo Cs Kok Lamban Putuskan Cagub Jatim

0
51

Jakarta, Nawacita – Meski sudah Rapat dua jam di kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta untuk membahas Pilgub Jatim bersama PAN dan PKS, namun mereka masih tak menghasilkan kesimpulan. Tiga partai yang dipimpin Prabowo Subianto ini terkesan lamban dan berputar-putar sehingga tak bisa cepat ambil keputusan.

Terlebih ketika Prabowo cs gagal merayu Yenny Wahid, putri Sulung Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Yenny beralasan tidak diijinkan sesepuh NU dan keluarga. Sebelumnya Prabowo cs juga merayu Moreno Soeprapto, namun batal. Disisi lain, di Jatim sudah ada nama-nama kandidat yang memiliki elektabilitas tinggi, seperti La Nyalla Mattalitti ketua Kadin Jatim dan Suyoto Bupati Bojonegoro.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengatakan, malam ini belum ada satu keputusan di Pilgub Jawa Timur. Oleh sebab itu dirinya bersama dengan PKS dan PAN akan terus melakukan pembahasan.

“Tapi kita akan terus menerus membahas dan menyempurnakan seleksi gubernur dan wakil gubernur,” ujar Prabowo, Rabu (3/1/2018).

Menurut Prabowo, dalam mencapai satu kesepakatan tidaklah mudah. Karena perlu menyatukan semua perbedaan yang ada dari masing-masing partai politik. “Kan demokrasi ini tidag gampang, tapi PAN PKS Gerindra cari terbaik untuk rakyat,” ungkapnya.

‎Sementara Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengatakan, dalam menentukan Pilgub Jawa Timur dan pilkada lainnya tidak bisa gegabah. Perlu ada perhitungan yang matang. Sehingga keputusan yang diambil tidak salah langkah.

“Karena pilkada itu perlu kesabaran demi mencari yang terbaik,” katanya.

Di tempat yang sama, Presiden PKS Sohibul Iman juga mengatakan, tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan di Pilgub Jawa Timur, dan juga siapa pendamping Sudirman Said di Jawa Tengah.

“Kemungkinan keputusan akan ada hasilnya menjelang detik-detik ditutupnya pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) yakni tanggal 10 Januari. Mepet di hari terakhir pendaftaran,” tutur Sohibul.

Sohibul juga mengungkapkan, dalam koalisi ini ada dua prinsip. Yang pertama adalah kebersamaan dan kedua prospek kemenangan. Sehingga perlu adanya langkah hati-hati.

“Kalau sama-sama tapi enggak ada prospek menang buat apa,” pungkas Sohibul. (Jawapos)

LEAVE A REPLY