Gus Ipul Janji Tuntaskan Status GTT dan PTT

0
32
Gus Ipul.
Gus Ipul.

Kediri, Nawacita – Para Guru Tidak Tetap (GTT) di Jawa Timur mendapatkan angin segar. Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf berjanji akan menyelesaikan persoalan status mereka.

“Dengan lahirnya peraturan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang baru, maka GTT bisa diangkat menjadi tenaga kontrak. Sehingga status mereka lebih jelas,” kata Saifullah Yusuf ketika menghadiri acara HUT Kemenag RI ke-72 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Kediri, Selasa (2/1/2017) malam.

GTT menurut Gus Ipul, panggilan akrabnya, harus memperoleh kejelasan status, terutama yang menjadi guru di sekolah Negeri. Dirinya merasa treyuh saat melihat jumlah GTT lebih banyak dari PNS di lembaga Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri.

“Ini masalah kita, ayo kita selesaikan bareng-bareng pak Kementerian Agama,” serunya sembari menengok Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri. Ucapan Gus Ipul ini langsung mendapatkan tepuk tangan riuh dari hadirin yang mayoritas adalah GTT dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Masih kata calon Gubernur Jawa Timur 2018, pihaknya, juga menyampaikan tentang standarisasi guru swasta. Dia mengibaratkan seperti halnya para buruh atau karyawan yang diupah sesuai Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK).

“Untuk semua guru.  Kalau, hanya mengandalkan lembaga tidak mungkin. Untuk mencari kesejahteraan bagi para guru. Kami berusaha untuk mencari solusi kesejahteraan guru. Kami minta sertifikasi dibuka lagi. Biar semua ini bisa ikut sertifikasi. Kalai tidak PNS, tapi pegang sertifikat dan dapat tunjangan setiap tahun meningkat, tentu nasib mereka akan lebih sejahtera,” katanya.

Gus Ipul belum mengetahui secara pasti jumlah GTT maupun PTT di Jawa Timur. Tetapi ia yakin banyak. Seperti di Kota Kediri ini saja, satu sekolah justru didominasi GTT daripada PNS. Mereka diupah sangat rendah.

Selain menghadiri HUT Kemenag RI ke-72, di MAN 1 Kota Kediri ini, Gus Ipul juga memberikan bantuan pakaian layak kepada Satpol PP Kota Kediri. Serah terima pakaian dilakukan secara simbolis.

Acara ini juga dihadiri para ulama, diantara pengasuh Ponpes Lirboyo Kota Kediri KH. Anwar Mansyur dan KH. Anwar Iskandar, pengasuh Ponpes Al Amin Kota Kediri. Kemudian Kepala Depag Kota Kediri dan Kepala MAN 1 Kota Kediri beserta guru dan karyawan.

Untuk diketahui, jumlah baju layak pakai yang diberikan kepada Satpol PP antara lain, kemeja 84 potong, kaus 52 potong, atasan perempuan 196 potong, celana 25 potong, training 4 potong, baju stelan laki-laki 18 potong, baju stelan perempuan 9 potong, jilbab  25 potong, celana & jaket 1 potong, sajadah 12 potong dan baju anak-anak  1 dus.

bj

LEAVE A REPLY