Hidayat Sebut Capres Diusung Demokrat Tidak akan Sama dengan PKS

0
51
Hidayat Nur Wahid
Hidayat Nur Wahid
Nawacita – ‎Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakhiri hubungan dengan Deddy Mizwar di Pilgub Jawa Barat. Partai berlogo bulan sabit kembar ini kecewa berat karena adanya perjanjian politik, yang salah satu poinnya Deddy Mizwar siap memenangkan capres yang diusung Partai Demokrat.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid mengatakan, pihaknya sebelumnya tidak pernah diajak bicara oleh Partai Demokrat tentang perjanjian tersebut. Padahal PKS dan PAN sudah melakukan koalisi mengusung Deddy Mizwar.
“Sementara ini belum pernah dibicarakan dengan kami (PKS dan PAN),” ujar Hidayat kepada JawaPos.com, Senin (1/1).
Walaupun belum diketahui siapa capres dari Partai Demokrat‎. Namun Wakil Ketua MPR ini mengaku capres yang diusung partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan sama dengan PKS. Sehingga PKS memutuskan tidak jadi mendukung Deddy Mizwar.
“Itu kemungkinannya akan sangat kecil (capres PKS sama dengan Demokrat),” katanya.
Sampai saat‎ ini PKS juga belum membicarakan siapa yang bakal diusung di Pilpres 2019. Sebab hal itu masih sangat jauh, sehingga terlalu dini apabila dibahas oleh partai.
“Itu belum (PKS) bahas sekarang,” tuturnya.
Hidayat menduga adanya kontrak politik yang diberikan Partai Demokrat ini, karena Jawa Barat adalah penduduknya terbesar dari setiap provinsi di Indonesia. Sehingga Deddy akan dimaksimalkan untuk berjuang memenangkan capres yang diusung dari Partai Demokrat.
“Kami juga membaca gelagat politik yang berkembang, Jawa Barat adalah satu provinsi yang sangat besar dan potensial memenangkan calon presiden yang diusung partai,” pungkasnya.
Berikut ini isi kontrak politik Partai Demokrat yang sudah‎ ditanda tangani oleh Deddy Mizwar.
1. Siap menjadi Anggota Partai Demokrat dan ditempatkan di struktur partai
2. Siap menjadi calon gubernur Jawa Barat tahun 2018-2023 dan memenangkan, serta menggerakan mesin partai termasuk biayanya
3. Siap menggerakan mesin partai untuk memenangkan presiden/wakil presiden yang diusung oleh Partai Demokrat untuk tahun 2019-2024.
4. Siap menerima arahan partai koalisi.
garda.

LEAVE A REPLY