Rups Bahas Tiga Agenda

0
33
Tampak Komisaris Utama Independen Bank Jatim Didampingi Dirut Bank Jatim R. Soeroso Saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Ruang Bromo Lt.5 Kantor Pusat Bank Jatim Surabaya, Rabu (6/12/2017).

SURABAYA,Nawacita.co  – Pada acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Ruang Bromo Lt.5 Kantor Pusat Bank Jatim Surabaya, Rabu (6/12/2017) Komisaris Utama Independen Bank Jatim, Heru Santoso menjelaskan, RUPS ini membahas tiga agenda pokok, yakni persetujuan rencana pembelian kembali saham atau buyback dalam rangka pelaksanaan Long Term Intencive (LTI) sesuai POJK no. 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum, perubahan buku Pedoman Kerja Direksi Perseroan, dan pemberian kuasa kepada dewan komisaris untuk menyetujui perubahan peraturan dana pensiun.

Heru mengatakan, buyback adalah proses pembelian kembali saham yang beredar di publik (outstanding share) yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Dalam proses buyback perusahaan menginvestasikan dana yang dimiliki untuk membeli saham perusahaannya sendiri dari publik.

Dengan melakukan pembelian kembali saham yang beredar di publik, lanjut Heru, perusahaan dapat memperoleh keuntungan di masa yang akan datang jika jika perusahaan memutuskan untuk menjual kembali saham yang dibuyback ketika harganya sudah naik.

Untuk mendukung rencana buyback dalam rangka program Long Term Incentive (LTI) ini Bank Jatim akan menyiapkan dana Rp. 1,01 miliar yang berasal dari pendapatan pengurus. Adapun buyback ini akan dimulai pada 7 Desember 2017 sampai 1 April 2018 mendatang.

Heru melanjutkan, nilai saham Bank Jatim dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif, hingga akhir periode Oktober 2017, harga saham Bank Jatim sebesar Rp. 695/lembar saham. Harga itu naik sebanyak 61,87% sejak IPO 2012 di harga Rp. 430/lembar saham.

Kemudian, lanjut Heru, kinerja keuangan periode Oktober 2017 mengalami pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Tercatat Bank Jatim membukukan laba bersih Rp. 1,13 triliun atau tumbuh 26,07%.
“Untuk total kredit tercatat sebesar Rp. 31,10 triliun atau tumbuh 4,67%, sedangkan Dana Pihak Ketiga atau DPK sebesar Rp. 48,01 triliun atau tumbuh 16,72%.” katanya.

Ditambahkan, untuk rasio keuangan Bank Jatim, pada Oktober 2017 tercatat lebih baik dibandingkan periode tahun sebelumnya, antara lain Net Interest Margin (MIN) sebesar 6,73% dari sebelumnya 6,72%, Return of Asset (ROA) 3,07% menjadi 3,58%.

“Bank Jatim berhasil membukukan efisiensi pada Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional atau BOPO dari 71,07% menjadi 64,78%” pungkasnya. (Dny)

LEAVE A REPLY