Gus Ipul Minta GIPI Dukung Kembangkan Pariwisata Jatim

0
50
Wakil Gubernur Jatim Drs.H. Saifullah Yusuf Saat Memberikan Sambutan Pada Acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus GIPI DPF Jatim Periode 2016 - 2021, di Hotel Bidakara Jl. Tegalsari Surabaya, Selasa (5/12/2017).

SURABAYA – Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf meminta kepada pengurus DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jatim mendukung pengembangan pariwisata di Jatim. Apalagi perkembangan wisatawan mancanegara (Wisman) maupun wisatawan nusantara (Wisnus) ke Jatim dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Permintaan itu disampaikan Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf seusai melantik dan mengukuhkan Pengurus GIPI DPD Jatim Periode 2016 2021, di Hotel Bidakara Jl Tegalsari Surabaya, Selasa (5/12/2017) siang.

Gus Ipul sapaan Wagub Jatim itu menjelaskan, peningkatan wisman maupun wisnus yang berkunjung ke Jatim pada periode Januari September tahun 2017 tercatat sebanyak 473.891 pengunjung. Untuk wisman sendiri, sebut Gus Ipul, mengalami peningkatan hingga 2 % jika dibanding tahun 2016 di periode yang sama dengan mencatat sebanyak 464.806 orang.
Sedang untuk wisnus di periode Januari September 2017 tercatat 43,81 juta pengunjung. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 6 % jika dibanding tahun 2016 pada periode yang sama dengan jumlah pengunjung sebesar 41,34 juta pengunjung.

Dengan adanya pertumbuhan tersebut maka membuka peluang bagi DPD GIPI Jatim untuk meningkatkan promosi usahanya serta memberikan pelayanan yang optimal bagi wisatawan selama melakukan perjalanan wisata di Jatim, ujar Gus Ipul.

Masih menurut Gus Ipul, khusus sektor pariwisata saat ini menjadi lumbung devisa ke dua setelah kelapa sawit. Posisi itu melampaui minyak bumi, gas dan batubara. Namun, Menteri Pariwisata menyatakan tahun 2019, sektor pariwisata akan menjadi penghasil devisa negara nomor satu karena sumber devisa alam Indonesia mengalami penurunan, terangnya.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan keinginan itu, Gus Ipul menerangkan, akan menentukan target nasional pariwisata sebanyak 20 juta kunjungan wisman pada tahun 2019. Sedang untuk Jatim sendiri ditarget hingga 1 juta wisman.

Yang diminati wisata alam Jatim adalah kawasan Bromo, Tengger dan Semeru (BTS, Red). Jika infrastrukturnya makin bagus diharapkan kunjungan wisman akan meningkat. Sekarang BTS setiap tahun meningkat. Sekarang 640 – 650 wisman, ditargetkan tahun 2019 bisa mencapai 700 ribu wisman, ujarnya.

SDM dan infrastruktur akses jalan ke tempat tujuan wisata sangat penting. Untuk memenuhi keinginan itu, Pemprov Jatim berusaha keras memenuhi target tersebut dengan mengembangkan air conectivity yaitu dengan meningkatkan status Bandara Abdurahman Saleh Malang sebagai Bandara internasional.

Selain itu, penambahan frekuensi penerbangan langsung Kuala Lumpur Juanda empat kali seminggu, penambahan frekuensi penerbangan Jakarta-Banyuwangi, serta peningkatan status Bandara Banyuwangi menjadi Bandara Internasional.

GIPI sendiri, berfungsi sebagai mitra kerja pemerintah pusat dan daerah yang memiliki tugas membantu pemerintah serta industri pariwisata dalam pengembangan usaha juga profesi pariwisata nasional dengan berusaha secara efektif dan efisien. Kegiatannya bersifat nirlaba.

DPD GIPI Jawa Timur telah menyosialisasikan perannya sejak Pebruari 2017 dan didukung 24 asosiasi kepariwisataan yang ada di Jatim, antara lain DPD ASITA (Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies), BPD PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), HILDIKTIPARI (Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Seluruh Indonesia), HIPERHU (Himpunan Pengusaha Rekreasi Dan Hiburan Umum), ASPERAPI (Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Pameran dan Konvensi Indonesia), DPD PUTRI (Perkumpulan Pengusaha Taman Rekreasi), DPD HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia). (dny)

LEAVE A REPLY