Perwosi Jatim Gelar Senam Irama Gembira

0
43

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PERWOSI Jatim Dan Merangkat Ketua Umum BKOW Jatim Dra.Hj. Fatma Saifullah Yusuf Saat Membuka Pelatihan Senam Irama Gembira Bersama IGTKI di Halaman Gedung Islamic Centre Surabaya, Senin (4/12/2017) Pagi.


SURABAYA,Nawacita.co Guna mewujudkan tumbuh kembang anak-anak di usia emas (0-6 tahun) yang berkualitas, Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Jatim bersama PERWOSI Kota Surabaya menggelar pelatihan Senam Irama Gembira yang diikuti oleh guru Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD dan guru Taman Kanak-Kanak (TK).

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PERWOSI Jatim, Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf saat Membuka Pelatihan Senam Irama Gembira Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) di halaman Gedung Islamic Centre Surabaya, Senin (4/12/2017) pagi.

Fatma, sapaan lekatnya mengatakan, dipilihnya guru PAUD dan TK dalam pelatihan ini karena mereka menjadi ujung tombak bagi bangsa, khususnya dalam mendidik, serta membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani bagi anak-anak di usia emas agar memiliki kualitas, dan siap memasuki jenjang pendidikan yang lebih lanjut.

“Pelatihan senam ini ditujukan kepada guru PAUD dan TK karena menitikberatkan pada pertumbuhan dan perkembangan anak di usia emas, sehingga sesuai dengan tujuan PAUD dan TK. Ibu-ibu guru sudah hapal kan gerakan senamnya? Nanti jangan lupa diajarkan kepada anak-anak didik di sekolah ya” katanya.

Adapun tujuan PAUD dan TK, lanjut Fatma, berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan Permendiknas No. 58 Tahun 2009, adalah merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan lima perkembangan.

“Kelima hal itu adalah pengembangan moral dan agama, perkembangan fisik atau koordinasi motorik halus dan kasar, kecerdasan/kognitif atau daya pikir dan daya cipta, sosio emosional atau sikap dan emosi, serta bahasa dan komunikasi. Itulah yang kami targetkan dalam pelatihan senam Irama Gembira ini” lanjutnya.

Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jatim ini menambahkan, selain diharapkan dapat mengajarkan kepada anak didiknya, melalui pelatihan senam ini, para guru PAUD/TK juga diharapkan untuk menyebarluaskan kepada guru PAUD/TK lainnya yang belum mengikuti pelatihan.

“Selain itu, pelatihan ini menjadi ajang silaturahmi para guru PAUD/TK se-Kota Surabaya, juga dengan pengurus PERWOSI Provinsi Jatim dan PERWOSI Kota Surabaya, dengan harapan saling kenal dan tukar pengalaman dan ilmu. Mari saling menyapa dan berkenalan dengan teman yang ada disebelahnya” imbuhnya.

Kegiatan senam ini juga merupakan sarana untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan olahraga, serta menjadi sarana bagi PERWOSI Jatim dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya di dunia olahraga khususnya kaum perempuan. “Salah satu tugas Perwosi yakni memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, khususnya wanita dan anak-anak,” terangnya.

Wanita kelahiran Jombang ini mengingatkan, meski saat ini eranya sudah serba teknologi informasi (TI) yang menghadirkan berbagai kemudahan dalam pendidikan, namun para guru TK dan PAUD diharapkan tetap sabar dalam mendidik serta tidak melupakan sentuhan dan kasih sayang kepada murid.

“Teknologi tidak bisa menggantikan kasih sayang, sentuhan, dan pujian yang tulus kepada anak-anak. Berikanlah itu semua agar anak-anak merasakan cinta, sehingga mereka menjadi pribadi yang penuh cinta dan juga mencintai orang tua, guru, teman-teman, dan lingkungannya” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua PERWOSI Kota Surabaya, Iis Hendro Gunawan mengatakan, dirinya bersyukur dan memberi apresiasi kepada Fatma atas diselenggarakannya pelatihan ini. “Terima kasih kepada PERWOSI Jatim yang menyediakan tempat, konsumsi pagi dan siang, outbound dan doorprize juga” katanya.

Iis juga bersyukur karena dalam pelatihan ini juga diadakan edukasi tentang penyakit thalassemia. Penyakit ini adalah penyakit kelainan darah bawaan yang diturunkan oleh kedua orang tua kepada anaknya. Penyebabnya adalah berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin. (Dny)

LEAVE A REPLY