Novanto Akan Mundur dari Ketua DPR Sebelum MKD Buat Keputusan

0
58
Setya Novanto
Setya Novanto

Jakarta, Nawacita – Setya Novanto diyakini akan mundur dari jabatannya sebagai ketua DPR sebelum Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) membuat keputusan terkait dugaan pelanggaran etik.

Sebab, apabila Novanto tetap tak mau merelakan jabatan ketua DPR, hal itu diyakini akan merugikan pribadi Novanto. Sebab, masyarakat akan semakin tak empati pada Novanto.

“Kalau sampai nanti MKD menemukan sebuah putusan yang tidak baik terhadap Pak Novanto itukan akan menyangkut harkat dan martabat dia. Yang paling elegan yang harus dilakukan adalah mundur sebelum MKD mengambil keputusan dan saya yakin dalam waktu dekat akan mundur,” kata Ketua Kosgoro 1957 Lamhot Sinaga, Minggu (3/12/2017).

Selain itu, Novanto diyakini juga akan mundur dari ketua umum partai Golkar. Sebab, apabila ini tidak dilakukan oleh Novanto, imbasnya bukan hanya pada pribadinya, melainkan pada elektabilitas partai yang akan semakin merosot.

“Saya yakin dia mundur dari posisi dua itu sekaligus baik sebagai ketua DPR maupun sebagai ketua umum partai Golkar. Itu akan disampaikan bersamaan dalam waktu dekat,” ujar Lamhot.

MKD diketahui tengah memeriksa dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Novanto lantaran menjadi tahanan KPK. Sejauh ini MKD belum membuat keputusan. Bahkan MKD pada Selasa 5 Desember 2017 ini Novanto akan kembali diperiksa.

Meski berstatus tahanan KPK, Novanto masih dipertahankan sebagai Ketua DPR RI dan Umum Golkar. Partai Golkar menunggu hasil praperadilan yang diajukan Novanto.

Sejumlah pihak mendesak Golkar untuk segera melaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dan memilih ketua umum baru, termasuk untuk menempatkan kader pengganti Novanto mengisi posisi Ketua DPR.

Sejumlah fraksi di DPR juga berharap Novanto diganti atau bersedia mengundurkan diri, karena diduga terlibat kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

inlh

LEAVE A REPLY