Perdebatan Warga Tentang Nawacita Jokowi-JK di Angkringan Kota Semarang

0
67
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK)

Nawacita Program Nawacita pemerintah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) diperdebatkan sejumlah warga di angkringan kota Semarang.

Namun, perdebatan itu hanya berupa pementasan oleh teater Usmar Ismail Universitas Negeri Semarang (Unnes) Kampus Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, akhir pekan lalu.

Pementasan teater berjudul “Janji yang Terpatri” itu ingin memberikan sudut pandang lain bagi mahasiswa di kampus tersebut. Khususnya, tentang pencapaian infrastruktur di wilayah timur Indonesia dari program Nawacita Jokowi-JK.

“Judul tersebut dipilih karena hasil diskusi internal. Lalu, diputuskan untuk mengangkat sesuatu yang sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat umum. Salah satu yang menjadi fokus adalah di bidang infrastruktur,” kata Sutradara pementasan, Zaenuddin melalui siaran persnya, Selasa (27/11).

Menurut Zaenuddin, pertunjukan dikemas secara sederhana dan dibumbui melalui berbagai lelucon natural yang ada di kehidupan masyarakat. Sehingga, pesan terkait pencapaian program Nawacita di bidang infrastruktur dapat disampaikan ke penonton yang didominasi mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes.

“Dalam sebuah program apapun, tentu ada pro-kontra. Itu yang coba kami utarakan dalam bentuk pementasan,” terangnya.

Salah satu penonton Imroatul Musfiroh, mengapresiasi atas pementasan yang dilakukan Teater Usmar Ismail. Mahasiswi Sastra Indonesia FBS Unnes semester 1 itu mengatakan tema umum yang diangkat cukup berat. Tetapi pementasan mampu merangkum cerita secara sederhana.

“Jadi, kami yang menonton pun bisa memahami. Cukup jelas yang disampaikan secara keseluruhan dari apa yang mereka pentaskan. Antara satu dengan pemain lainnya pun mampu menyuguhkan guyonan menarik. Kami tidak dibuat kaku saat melihatnya,” timpal mahasiswi asal Kabupaten Pati tersebut.

Jika disimak, judul yang dipilih kelompok teater tersebut cukup sesuai dengan kondisi yang kerap kali diperdebatkan di berbagai kalangan masyarakat. Seperti yang dikatakan mahasiswa Sastra Indonesia FBS Unnes lainnya, M Daud Muhtar.

“Janji-janji yang disampaikan pemerintah, harus direalisasikan. Saya sebagai mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia sepatutnya pula untuk bersama-sama mengawal, mengawasi, melontarkan kritik, maupun pendapatnya. Karena kami tidak butuh sekadar janji, tetapi juga bukti,” tandas mahasiswa asal Karawang Jawa Barat itu.

Dalam pementasan oleh Teater Usmar Ismail Unnes itu mengisahkan warung angkringan milik Pak Nawa dan Bu Cita yang kerap diramaikan pengunjung. Sejumlah obrolan dan perdebatan kerap tersaji di sela makan dan minum pengunjung.

Tak terkecuali, terkait program Nawacita pemerintahan Jokowi-JK. Pementasan berdurasi sekitar satu jam tersebut menggambarkan dinamika di masyarakat dalam menyikapi program Nawacita Jokowi-JK.

rmol

LEAVE A REPLY