Budi Karya Ungkap Pentingnya Indonesia Jadi Anggota IMO

0
120
Menhub Budi Karya Sumadi.
Menhub Budi Karya Sumadi.

Jakarta, Nawacita – Delegasi Indonesia sedang berjuang mempertahankan status anggota International Maritime Organization (IMO) kategori C. Status ini begitu penting untuk dipertahankan. Menhub Budi Karya bicara mengenai kepentingan di balik status itu.

Budi Karya mengatakan IMO menjadi kiblat dunia pelayaran internasional. Setiap pembaruan, baik itu peraturan mengenai keselamatan maupun model bisnis terbaru yang lebih efisien, ada di IMO.

“Bisnis yang terjadi di Indonesia itu tidak mengikuti pola bisnis yang terakhir. Kita bisa melakukan itu (mengikuti pola bisnis terbaru) kalau keikutsertaan kita (di IMO) makin aktif,” kata Budi Karya dalam perbincangan di Baker Street, London, Selasa (28/11/2017).

Selain berjuang untuk tetap menjadi anggota, kata Budi Karya, Indonesia perlu menempatkan orang yang bekerja di IMO. Dengan begitu, Indonesia bisa memonitor penuh perkembangan terbaru di dunia pelayaran internasional.

Sisi lain keuntungan menjadi anggota IMO, kata Budi Karya, memudahkan pemerintah Indonesia mengaplikasikan arahan Presiden Jokowi mengenai pemberian kemudahan bagi pelaku usaha. Jokowi mengatakan pemotongan regulasi bisa dilakukan apabila itu memang diperlukan. Di sisi lain, IMO memberikan peta kondisi terbaru mengenai model bisnis yang lebih efisien untuk diterapkan di dunia pelayaran.

“Kita memiliki peraturan menteri, tapi itu bukan kitab suci. Peraturan menteri itu bisa diubah, apalagi Pak Presiden meminta PM itu diubah kalau memang terbukti menghalang-halangi dan membuat tidak efisien. Itu yang menjadi roh ke bisnis. Misalkan soal tarif dan birokrasi. Pasti kalau kita memahami cara-cara modern, kita akan membuat efisiensi,” kata Budi Karya.

IMO juga menjadi ajang pertunjukan bagi anggotanya untuk memaparkan keberhasilan dan inovasi mereka di bidang pelayaran. Budi Karya menyebut kondisi ini malah membantu Indonesia untuk semakin maju.

“Kalau kita ada di IMO ini, kita bisa mendapatkan pembelajaran dari negara-negara lain. Di sini kan orang pamer, dari situ kita belajar,” kata mantan Dirut AP II ini.

IMO adalah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang didirikan pada 1948. Badan ini bertanggung jawab atas isu-isu keselamatan dan keamanan pelayaran serta pencegahan terhadap polusi laut. IMO saat ini beranggotakan 172 negara serta 3 associate member dengan kantor pusat di Inggris. Voting pemilihan anggota akan dilakukan pada Jumat (1/12) pekan ini.

dtk

LEAVE A REPLY