Bandara Ngurah Rai Tutup, 7 Penerbangan Dialihkan

0
55
Bandara Gusti Ngurahrai.
Bandara Gusti Ngurahrai.

Jakarta, NawacitaBandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tutup sementara mulai Senin pagi (27/17/2017) pukul 07:15 WITA, lantaran dampak debu vulkanik Gunung Agung.

Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI/AirNav Indonesia), menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A4242/17 yang memberikan info kepada seluruh stakeholder penerbangan, terkait kondisi terkini di Bandara Ngurah Rai.

Dijelaskan Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono, NOTAM tersebut berisi waktu dan alasan penutupan Bandara Ngurah Rai.

“Abu vulkanik Gunung Agung telah menutup ruang udara di atas Denpasar, sehingga dikarenakan alasan keselamatan, ruang udara tersebut tidak dapat digunakan sehingga operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar ditutup sementara,” kata Wisnu dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (27/11/2017).

Pada NOTAM yang telah diterbitkan, lanjut dia, penutupan berlangsung hingga pukul 07:00 WITA, Selasa (28/11/2017). Namun, akan melihat perkembangan situasi terkini dan update informasi dari pihak-pihak terkait seperti BMKG dan PVMBG akan selalu diperbaharui kepada para stakeholder penerbangan melalui NOTAM terbaru.

Adapun, penerbangan Internasional dan Domestik ikut terdampak atas penutupan ini. Pesawat yang terbang baik domestik maupun internasional tujuan Denpasar yang tengah mengudara saat ini, akan dialihkan ke Bandara-bandara terdekat seperti Jakarta, Makassar, atau Surabaya.

“Data yang masuk sementara ini terdapat tujuh penerbangan yang sudah dialihkan. Update terkini akan kami sampaikan kemudian,” paparnya.

Ketujuh penerbangan yang menuju Bali tersebut antara lain adalah Garuda Indonesia GA 5150 Zhengzou-Denpasar dialihkan ke Surabaya, GA 897 Guangzhou-Denpasar dialihkan ke Surabaya, GA 859 Shanghai-Denpasar dialihkan ke Jakarta, China Easter MU 5029 Shanghai-Denpasar dialihkan ke Jakarta, MU 781 Beijing-Denpasar dialihkan ke Singapura, Citilink CTV 856 Jakarta-Denpasar dialihkan ke Surabaya, serta Lion Air JT927 Makassar-Denpasar dialihkan ke Surabaya.

Wisnu menambahkan, stakeholder di lapangan terus berkoordinasi dan bersinergi secara aktif dalam menangani kondisi ini. “Kami terus meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalisir dampaknya terhadap konektivitas di ruang udara Indonesia. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia khususnya untuk seluruh personel yang tengah bertugas menangani kondisi saat ini dan situasi Gunung Agung dapat segera kondusif,” jelas Wisnu.

inlh

LEAVE A REPLY